Lampung Barat, Editoronline.co.id – Tren grafik kasus positif Coronavirus deases 2019 (Covid-19) akhir tahun 2021 di Lampung Barat (Lambar) terus menurun hingga nol kasus. Sehingga jumlah anggaran penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan di tahun 2022 mendatang juga menurun.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat (Lambar) dr. Widyatmoko Kurniawan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (13/12).
Dikatakannya, penurunan kasus positif Covid-19 di Lampung Barat terus menurun hingga tidak ada lagi kasus penambahan, hal itu merupakan hasil dari kerja keras semua pihak yang terus melaksanakan protokol kesehatan hingga vaksinasi yang mencapai 70 persen.
“Alhamdulillah kasus Covid-19 sekarang nol, ini menjadi capaian yang baik di akhir tahun 2021 ini. Mudah-mudahan situasi seperti ini bisa kita pertahankan, jadi tidak ada penambahan kasus lagi,” ujar dr. Wawan sapaan akrabnya.
Lalu lanjutnya, masyarakat boleh bangga dengan capaian tersebut, namun dirinya mengingatkan untuk tidak sampai lupa dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Semua masih harus saling menjaga dan mengingatkan antara satu dengan yang lain sehingga kasus pandemi Covid-19 tidak kembali meningkat. Harapannya kehidupan masyarakat bisa kembali normal seperti biasa, tidak ada lagi pembatasan aktivitas ditengah masyarakat,” harapnya.
Dijelaskannya, karena ada penurunan kasus positif Covid-19, maka anggaran penanganannya untuk tahun 2022 mendatang di Dinas Kesehatan juga ada penurunan.
“Anggaran penanganan Covid-19 tahun 2022 ada penurunan, hal itu karena ada tren penurunan kasus pasien positif. Cuma anggaran yang akan tetap dibutuhkan yaitu untuk vaksinasi, honor vaksinator, testing, screening dan honor tenaga kesehatan (Nakes). Itu untuk berjaga-jaga jika muncul kembali kasus positif di Lampung Barat,” jelas dia.
Kemudian dirinya juga menerangkan untuk vaksinasi yang telah dilakukan di tahun 2021 ini sudah mencapai 70 persen. Vaksinasi Covid-19 dosis 1 di Kabupaten Lampung Barat telah mencapai 70,02% atau sebanyak 154.339 orang.
Dari jumlah itu, sebanyak 89.568 atau 57,03% telah mendapat suntikan dosis 2 dari total sasaran sebanyak 220.417 jiwa. Mereka yang sudah menerima vaksin dosis 1 terdiri para pelayan publik, tenaga kesehatan (Nakes), masyarakat umum, remaja, ibu hamil, maupun warga lanjut usia (Lansia),” terang dr. Wawan.
Terlepas dari itu, Dinas Kesehatan untuk tahun 2022 mendatang akan tetap fokus pada program penurunan angka stunting, walaupun Lambar telah mencapai target penurunan stunting nasional.
“Tahun depan 2022, Dinkes akan tetap fokus pada penurunan angka stunting. Tahun ini kita sudah mencapai target angka penurunan stunting nasional. Kemudian kita juga akan fokus pada peningkatan kesehatan ibu dan bayi,” pungkasnya. (Ade)






