Lampung Barat – Warga kompak kembalikan sembako beras bantuan dari Pemkab Lampung Barat (Lambar) setelah mencoba dimasak dan ternyata rasanya seperti nasi basi.
Sembako beras yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tersebut diperuntukkan untuk penyediaan jejaring pengamanan sosial akibat pandemi virus corona.
Namun, kualitas bantuan sembako beras tersebut jauh dari kata layak untuk dikonsumsi masyarakat.
Di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, warga setempat kompak mengembalikan beras bantuan tersebut.
Salah satu warga setempat, Jumiati mengatakan, dikembalikannya beras bantuan tersebut setelah dirinya mencoba menanak nasi dan rasanya seperti nasi basi.
“Dikembalikan karena rasanya tidak enak, seperti nasi basi, jadi diberikan sama ayam. Sisanya dikembalikan kepada pemerintah hari ini,” ujar Jumiati saat mengembalikan bantuan beras tersebut, Kamis (11/6/2020).
Lalu, senada dengan Jumiati, Iwan warga Pekon Kubu Perahu mengatakan, kondisi beras banyak batu dan berbau apek. “Setelah dimasak beras itu banyak batunya, baunya apek dan rasanya tidak enak. Sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” ungkap Iwan.
Ditambahkan Ernida warga setempat berharap, pemerintah memberikan bantuan makanan yang layak dikonsumsi. “Udah dimasak, rasanya tidak enak seperti nasi basi, itu bukan makanan namanya, harapannya kepada pemerintah untuk diganti kepada beras yang layak konsumsi,” jelasnya seraya berharap.
Sementara itu, Peratin setempat, Heri Susianto mengatakan, pengumpulan beras bantuan yang akan dikembalikan kepada pemerintah sudah terkumpul hingga 90 paket karung.
“Untuk saat ini sekitar 90 dan untuk hari ini ditunggu hingga pukul 16.00 Wib, nanti akan langsung kita laporkan kepada Dinas Terkait,” tutur Heri Susianto.
Warga menerima sembako beras bantuan sebanyak 10 Kg dan empat kaleng dencis dari Pemkab Lambar per Kepala Keluarga (KK). Diketahui Pemkab Lambar anggarkan bantuan untuk masyarakat Lambar sebanyak 35.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan rincian harga beras per kilogramnya sebesar Rp14.000, dan Dencis per kalengnya dengan harga sebesar Rp20.000.
Aneh, Pengadaan Sembako Beras Tanpa Spesifikasi yang Jelas
Rendahnya mutu paket sembako beras yang diberikan kepada masyarakat Lampung Barat (Lambar), untuk penyediaan jejaring pengamanan sosial akibat pandemi virus corona menimbulkan pertanyaan besar.
Bagaimana tidak, setelah ditelusuri kepada Pemkab Lambar (Dinsos) dan pihak ketiga, pengadaan beras tersebut tanpa spesifikasi yang jelas.
Hal itu diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinsos Lambar, M. Danang Hari Suseno saat ditemui di Ruang Kerjanya, dan ditambah keterangan dari pihak ketiga penyedia barang dan jasa, Aho Wijaya saat ditemui di Gudang penyimpanan sembako tersebut, Rabu (10/6/2020).
“Spesifikasi pengadaan paket sembako beras sebanyak 350 Ton tersebut tidak ada spesifikasinya, tidak disebutkan secara rinci beras harus kualitas premium atau super premium,” ungkap Danang.
Ditambahkannya, dalam kontrak pengadaan tersebut hanya disebutkan dengan kualitas baik, putih dan bersih.
Dilain pihak, penyedia barang dan jasa pengadaan paket sembako beras, Aho Wijaya, juga mengatakan hal yang sama.
“17 Mei barang sampai di gudang. Kami cuma punya waktu sebanyak 15 hari untuk pengadaan tersebut. Dan kami melihat di surat kontrak pengadaan tersebut tidak menyebutkan bahwa beras harus kualitas spesifikasi premium atau super premium, tapi hanya disebutkan bahwa beras harus putih dan bersih,” jelas Aho menerangkan.
Lebih lanjut, dirinya menambahkan, saat pemesanan beras di perusahaan yang tersebar di dua tempat yaitu di Kota Metro dan Lampung Tengah, diminta untuk menyiapkan sesuai dengan yang tertera pada kontrak.
“Dan perusahaan mengaku jika beras tersebut dengan kualitas yang baik, putih dan bersih. Hingga saat ini, total 298 ton yang sudah disimpan di gudang, sisanya masih di pabrik. Untuk nilai kontrak, KPM sebanyak 35.000 KK dengan besaran nilai Rp8,1 miliar. Rinciannya, beras 1 Kg sebesar 14 ribu rupiah, dan dencis 140.000 kaleng, 20.000 per kalengnya,” tutur Aho. (Ade Irawan)






