Direktur Baru Tekankan Pelayanan Berkualitas, Kepercayaan Publik dan Kesejahteraan Pegawai
BANDAR LAMPUNG — Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, dr. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., MHSM, langsung memancang sejumlah agenda pembenahan setelah resmi memimpin rumah sakit rujukan utama Provinsi Lampung.
Dalam rapat perdana bersama jajaran RSUDAM di Aula Gedung Delima, Selasa (6/10/2026), Lukman menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan, mempercepat digitalisasi layanan melalui pembenahan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), sekaligus meningkatkan kesejahteraan pegawai.
Rapat tersebut menjadi momentum awal Lukman menyatukan langkah seluruh jajaran setelah dilantik sebagai Direktur RSUDAM oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung.
Lukman memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Namun, standar dan kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar RSUDAM semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat Lampung.
“Pelayanan akan tetap kita jalankan seperti biasa. Namun ke depan, pelayanan akan terus kita perkuat agar semakin baik dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Provinsi Lampung,” ujar Lukman.
DIGITALISASI JADI PRIORITAS
Selain pelayanan medis, pembenahan tata kelola digital menjadi salah satu perhatian utama direktur baru tersebut.
Lukman menekankan perlunya peningkatan kualitas SIMRS agar sistem pelayanan dan administrasi rumah sakit semakin efektif, efisien, terintegrasi, serta responsif.
Menurutnya, sistem informasi yang tertata dengan baik akan mempermudah proses pelayanan pasien maupun administrasi, sekaligus memperkuat koordinasi antarunit di lingkungan RSUDAM.
Dengan digitalisasi yang semakin optimal, pelayanan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terukur dan transparan.
BANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK
Di sisi lain, Lukman menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi RSUDAM untuk terus berkembang sebagai rumah sakit rujukan utama di Lampung.
Karena itu, seluruh jajaran diminta memperkuat komunikasi dan kerja sama, baik di internal rumah sakit maupun dengan pihak eksternal.
“Kerja sama dan komunikasi harus terus diperkuat, baik secara internal maupun eksternal. Dengan sinergi yang baik, kita dapat bersama-sama meningkatkan pelayanan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Lukman juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan sistem, tetapi sangat bergantung pada sumber daya manusia yang bekerja di setiap lini rumah sakit.
KESEJAHTERAAN PEGAWAI DIPERHATIKAN
Sejalan dengan tuntutan peningkatan kinerja, kesejahteraan pegawai menjadi agenda yang turut mendapat perhatian.
Lukman menegaskan pelayanan prima harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap pegawai yang menjadi ujung tombak pelayanan rumah sakit.
“Pelayanan yang baik tentunya tidak terlepas dari peran seluruh pegawai. Karena itu, kita juga akan berupaya memperhatikan kesejahteraan pegawai, sehingga peningkatan pelayanan dan kesejahteraan dapat berjalan bersama,” ungkapnya.
Ia meminta seluruh pegawai menjaga semangat kerja dan meningkatkan profesionalisme. Kepentingan serta keselamatan pasien, kata Lukman, harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan.
Rapat perdana tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal RSUDAM untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan ke depan.
Dengan penguatan mutu pelayanan, pembenahan SIMRS, percepatan digitalisasi, penguatan kerja sama serta perhatian terhadap kesejahteraan pegawai, RSUDAM diarahkan menjadi rumah sakit yang aman, bermutu, profesional, modern dan semakin dipercaya masyarakat Lampung. (*).






