Daerah  

Harga Kol Anjlok, Bahkan Lebih Mahal Harga Gorengan

Laporan Reporter Koran Editor Ade Irawan

Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Para petani Lampung Barat (Lambar) khususnya sayur-mayur kol didera kerugian besar. Hal itu akibat rendahnya harga jual sayur-mayur kol sebulan terakhir ini.

Salah satu petani kol, warga asli Pantau Kecamatan Balik Bukit, Anwar mengatakan, dirinya mengalami kerugian besar akibat harga jual kol yang sangat rendah, tidak sesuai dengan modal yang telah digelontorkan.

“Saya mengalami kerugian besar, karena harga kol rendah dan tidak sesuai dengan modal yang sudah dikeluarkan,” ujar Anwar, Jum’at (4/9/2020).

Dirinya menambahkan, harga jual kol hanya mencapai Rp600 rupiah per kilogramnya, dan sangat jauh dari harga normal atau biasanya yaitu Rp2.500 hingga Rp3.000.

“Tidak sesuai dengan ekspektasi saat perencanaan. Modal diawal untuk satu hektarnya mencapai Rp20.000.000 rupiah,” ucapnya.

“Jadi kami tidak menjual, tapi kol kami cacah untuk dijadikan pupuk. Dan jika ada warga yang mau, kami berikan cuma-cuma,” ungkap dia.

Senada dengan Anwar, petani kol lainnya Sofyan menjelaskan, selain harga jual yang rendah, pangsa pasar kol yang susah juga menjadi kendala lainnya.

“Kita para petani bingung, selain harga yang turun, pangsa pasar juga tidak ada,” jelas Anwar.

Kemudian, Anwar berharap, harga sayur-mayur kol yang murah tidak akan berlangsung lama, hingga kembali naik dengan harga normal.

“Kami petani berharap harga kembali normal, paling tidak setengah dari harga sebelumnya. Jika sudah begitu, kami tidak akan terlalu merugi. Kemudian kami juga berharap, pangsa pasar juga kembali ada,” harap Anwar. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *