Daerah  

Terkait Polusi Udara, Dinas LH Way Kanan Akan Sidak PT. WSM

Way Kanan-koraneditor.id

Adanya pemberitaan di media online beberapa Waktu lalu terkait Aktivitas PT. Waykanan Sawitindo Mas (PT. WSM) Pabrik pengolahan Buah Sawit yang di duga menimbulkan polusi udara sebagai mana di keluhkan warga sekitar mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Way Kanan, Dwi Handoyo Retno, S.E., M.M, di ruang kerjanya, senin (26/09/2022).

Kepala Dinas LH Way Kanan mengatakan terhadap Perusahaan yang diduga mencemarkan lingkungan seperti polusi udara ataupun limbah, hingga menimbulkan keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas lingkungan hidup akan segera kroscek ke perusahaan tersebut.

“Ya kami dari dinas Lingkungan Hidup, berterimakasih atas pemberitaan dugaan pencemaran udara, oleh perusahaan,” ujar Dwi.

Menurut Kadis LH Way Kanan, pihaknya akan memeriksa langsung ke perusahaan yang diduga mencemarkan lingkungan tersebut, dengan melakukan pengujian dengan lab yang sudah terakreditasi, termasuk dugaan pencemaran udara tersebut yang harus dilakukan pemeriksaan minimal 1 tahun 1 kali.

Ditanyakan mengenai sangsi yang akan di jalankan kepada perusahaan jika terbukti, pihaknya akan segera melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

“Kita sesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku disana ada ketentuan tentang sangsi pelanggaran yang ada.” Tegasnya.

Sebelumnya Arifin, Staf bagian penanggung jawab masalah lingkungan dari pihak PT. WSM, di depan awak media membantah bahwa pihaknya tidak melakukan pencemaran lingkungan.

Dalam pemberitaan sebelumnya,Masyarakat Kampung sekitar PT. Waykanan Sawitindo Mas (PT. WSM) yang merupakan Pabrik pengolahan Buah Sawit merasa resah, pasalnya aktivitas pabrik dekat pemukiman mereka menimbulkan menimbulkan polusi udara hingga masuk sampai ke dalam rumah penduduk, kamis (15/09/2022).

PT. WSM yang berlokasi di pinggir jalan  Lintas Sumatera tepatnya di Kampung Tj. Raja Sakti, Kec. Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung tersebut hampir setiap hari beraktifitas dan mengeluarkan kepulan asap berwarna hitam dari cerobongnya hingga menimbulkan bau yang tak sedap.

Salah seorang warga sekitar berinisial R mengaku mereka sangat terganggu dengan aktivitas pabrik tersebut, dimana kesehatan warga, khususnya anak-anak dan orang tua terdampak langsung karena setiap hari harus menghirup asap pabrik tersebut.

“Selama ini kami tak merasa aman dengan kesehatan. Kami minta pemerintah bantu warga di sini,” ujarnya.

Menurutnya, selain bau asap yang kerap mereka hirup, kondisi rumah juga setiap hari penuh dengan debu. Hal ini menambah pekerjaan rumah warga karena setiap hari harus bersih-bersih.

“Kami susah istirahat, selama ini kami paksa aja bingung mau ngadu kemana kami, kami berharap agar pabrik itu tak terus menyebarkan polusi,” katanya.(*/fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *