Mesuji-Dua orang yang diduga mengedarkan uang palsu(Upal) Riadi (41) warga Desa Petaling Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan dan Nurhayati (31) alamat Desa Muara Jaya Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuj yang beraksi diwilayah hukum Polres Mesuji,Polda Lampung di bekuk tim gabungan Unit Reskrim Polsek Tanjung Raya dan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab)308 Polres Mesuji, Kamis (04/04/2024) lalu.
Kapolres Mesuji AKBP Ade Hermanto, SH, SIK, CPHR,MM,melalui Kapolsek Tanjung Raya IPTU Bambang Priantoro mengatakan, pengungkapan pengedar atau peredaran uang palsu berdasarkan LP/A/01/IV/2024/SPKT/POLSEK TJ RAYA/POLRES MESUJI/POLDA LAMPUNG, 04 April 2024.
Kapolsek menjelaskan,Kronologis penangkapan, , bahwa jajaran Polsek Tanjung Raya sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat Desa Bujung Buring Baru, telah terjadi tindak pidana pencurian dan pelaku telah diamankan di rumah milik warga bernama Ujang.
“mendapat informasi tersebut,anggota Polsek Tanjung Raya langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan pelaku atas nama Riadi, namun ketika digeledah, pelaku ini memiliki uang yang diduga palsu dengan nominal Rp.100 ribu rupiah dengan pecahan Rp.50 ribu rupiah sejumlah 2 lembar,”terang Kapolsek.
Mendapati pelaku menyimpan uang yang di duga palsu,anggota melakukan pendalaman dan ahirnya pelaku telah mengakui memiliki uang yang diduga palsu sebanyak kurang lebih Rp.18 juta rupiah yang di simpan di dalam dompet, yang diletakan dibawah lemari plastik di pojok kasur kamar milik warga bernama Ujang.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, Jajaran Polsek Tanjung Raya menemukan uang palsu di dalam dompet sebesar Rp. 17,450 juta rupiah dengan rincian pecahan Rp 100 ribu rupiah sebanyak 136 lembar, pecahan Rp.50 ribu rupiah sebanyak 79 lembar. Untuk jumlah uang yang diduga palsu yang diamankan berjumlah Rp. 17.550.000,”tambahnya.
Bahkan, kata Kapolsek, pelaku mengakui pernah mengedarkan uang palsu ini dengan cara menyuruh seorang anak laki laki untuk membelanjakan uang tersebut kepada penjual es campur yang berada di pasar Desa Bujung Buring Baru Kecamatan Tanjung Raya. Akan tetapi, penjual es tersebut sadar, bahwa uang yang digunakan itu adalah uang palsu dan dikembalikan kepada pembeli.
Belakangan di ketahui, lanjut Kapolsek,pelaku ini merupakan residivis tindak pidana pembunuhan pasal 338 KUHPidana. Pelaku pernah di vonis selama 7 tahun 6 bulan dan menjalani hukuman selama 4 tahun 8 bulan di Lapas Tanjung Raja dan lapas Pakjoana di Sumatera Selatan,” terangnya
Saat ini pelaku diamankan di Mapolsek Tanjung Raya untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan ungkap kasus dugaan tindak pidana peredaran uang palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2) UU RI NO 7 TH 2011.(apr/*)






