12 Kandidat Balonkada Berebut Rekom PKB Pringsewu

Koraneditor.co, Pringsewu – Sejak di buka pendaftaran secara online sejak 20 April 2024 lalu, 12 kandidat bakal calon kepala daerah (cakada) dan wakil kepala daerah telah mendaftarkan diri dan juga ada yang telah mengembalikan berkas penjaringan ke Desk Pilkada DPC PKB Pringsewu.

Seperti hari pertama ada tiga kandidat yang mengembalikan berkas yaitu Fauzi, Budiman dan Khairul Anwar. Sedangkan hari kedua, Sabtu (25 Mei 2024) per pukul 12.00 WIB, ada dua kandidat yang mengembalikan yaitu Ririn Kuswantari dan Maulana M. Lahudin. Dan pada Minggu (26/5/2024) mantan Pj. Bupati Pringsewu Adi Erlansyah juga turut mengembalikan formulir pendaftaran kantor DPC PKB Jalan Lintas Barat, Pekon Gumuk Rejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

Menurut Ketua DPC PKB Pringsewu Hj. Mastuah didampingi Ketua Desk Pilkada PKB Pringsewu Dicky Yoza Saputra mengatakan, sejak dibuka pendaftaran sudah ada 11 orang yang mendaftar, dan itu terdiri dari delapan calon bupati dan sisanya sebagai calon wakil bupati.
Pada Pileg Pemilu 2024 lalu, lanjut Mastuah, DPC PKB Pringsewu mendapatkan lima (5) kursi dan bisa satu fraksi serta tetap menjadi pimpinan di DPRD Kabupaten Pringsewu.
“Namun untuk mengusung pencalonan pada Pilkada masih kurang tiga (3) kursi lagi. Dan kami himbau kepada cakada untuk bisa menjalin komunikasi dengan partai lainnya,” ujarnya

Ririn Kuswantiri yang datang ke Kantor DPC PKB Pringsewu didampingi oleh sang suami Wendy Melfa yang juga Direktur Badan Saksi Nasional (BSN) Wilayah Lampung. Disambut oleh Ketua DPC PKB Pringsewu Hj. Mastuah, didampingi para pengurus DPC dan perwakilan pimpinan anak cabang (PAC).

Dalam wawancaranya Ririn berkomitmen, akan membangun dan memajukan Bumi Jejama Secancanan. Seperti meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).”Saya maju sebagai Bupati Pringsewu karena ingin menciptakan stabilitas daerah dan membangun kehidupan sosial budaya serta lingkungan hidup,” katanya.

Sementara itu, Maulana M. Lahudin yang juga politisi senior partai PKB Pringsewu, mengaku memiliki pengalaman di kursi legislatif. Maulana ingin berbuat lebih di kursi eksekutif dalam hal ini sebagai sebagai Bupati Pringsewu. Dan saya menilai kemajuan suatu daerah tergantung dari kepala daerah yang memimpin dalam hal ini bupati. Dan bupati memiliki kewenangan eksekutif yang lebih luas dibanding hanya menjadi legislatif.”Kami akan membangun kawasan wisata dan kawasan industri yang muaranya pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Mengingat APBD Pringsewu cukup minim dan habis untuk belanja pegawai,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *