Hari Ini, PWI Lampung Gelar Diskusi Publik “Energi dan Investasi Seimbangkah?”

Bandarlampung – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung hari ini, Kamis (5/12), menggelar diskusi publik terkait potensi energi dan investasi di Provinsi Lampung. Diskusi dengan tema “Energi dan Investasi Seimbangkah?” ini sebagai wujud PWI Lampung untuk mendukung kemajuan investasi dan energi di Provinsi Lampung.

Diskusi yang akan berlangsung di Hotel Horison Bandarlampung ini juga mengundang berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi pengusaha, akademisi, dan BUMN.

Sekretaris PWI Lampung sekaligus ketua panitia diskusi, Andi Panjaitan mengatakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung adalah investasi. Namun masuknya investasi harus diiringi dengan ketersediaan energi agar bisa berimbang.

Melalui diskusi ini, PWI ingin menghimpun berbagai masukan dari berbagai pihak serta menemukan solusi kepada pemerintah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan energi di Lampung, terutama energi baru terbarukan (EBT).

““Diskusi ini bertujuan untuk menggali strategi pengelolaan energi terbarukan yang optimal, memetakan potensi investasi, serta merumuskan langkah konkrit dalam membangun masa depan Lampung yang berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (4/12).

Andi menyebut potensi energi terbarukan di Lampung cukup melimpah, seperti energi panas bumi, surya, angin, dan biomassa. Meskipun potensi tersebut signifikan, pemanfaatannya masih belum maksimal.

Sementara pertumbuhan sektor ekonomi, seperti pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan, memicu kebutuhan energi yang terus meningkat.

Menurutnya, ketimpangan antara ketersediaan energi dan permintaan dapat menjadi ancaman jika tidak segera diatasi.

Pada saat yang sama, Lampung juga memiliki peluang besar dalam menarik investasi untuk mengembangkan sektor energi terbarukan.

Maka diskusi ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi dan tantangan untuk mengoptimalkan penggunakan energi terbarukan.

“Juga untuk mendorong sinergi stakeholder, menggali peran pemerintah, swasta, dan akademisi dalam mendorong investasi dan inovasi teknologi energi,” ujarnya.

Kemudian dapat menyusun strategi kebijakan, inovasi teknologi, dan model investasi untuk mempercepat transisi energi di Lampung.

“Kita juga berharap hasil diskusi ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Lampung, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan emisi karbon. Serta adanya rencana aksi untuk menarik investasi di sektor energi dan mempercepat adopsi teknologi energi terbarukan,” tutupnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *