Koraneditor.co Pringsewu – IBT (38) warga Kota Bandar Lampung hampir menjadi bulan-bulanan warga karena kepergok hendak mencuri sepeda motor di Pekon Gadingrejo Utara kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu pada Rabu malam (28/1/2026).
Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto, saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 Wib. Dan untung pelaku belum sempat terjadi apa-apa karena kebetulan saat itu petugas sedang berpatroli dan melintas di lokasi kejadian. Dengan sigap anggota langsung mengevakuasi pelaku dari amukan massa.”Identitas pelaku berinisial IBT (38), beralamat Kota Bandar Lampung. Namun yang bersangkutan tidak memiliki tempat tinggal tetap dan terakhir diketahui mengontrak di Pekon Wonodadi Utara, Gadingrejo, yang tidak jauh dari TKP,” katanya, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra Kamis (29/1/2026).
Kapolsek menjelaskan, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Gadingrejo dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus serupa. “Dari hasil penyelidikan, IBT ini diketahui merupakan residivis kambuhan. Dan pelaku tercatat telah dua kali berurusan dengan aparat penegak hukum dalam kasus pencurian dan penadahan barang hasil kejahatan,” ungkap Sugiyanto.

Lebih lanjut Sugiyanto menambahkan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor milik korban, satu buah kunci letter T berikut dua anak kunci pipih yang diduga digunakan untuk merusak kunci kontak, syal penutup wajah, helm, serta pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi. “Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.
Sementara itu, korban pencurian, M Arif Fauzi (29), menceritakan kronologi kejadian. Ia mengaku sekitar pukul 20.00 WIB tiba di rumah kontrakan bersama seorang temannya dan memarkirkan sepeda motor Honda Beat BE 6942 RM miliknya di depan rumah dengan posisi stang terkunci, namun penutup lubang kunci tidak tertutup. “Sekitar 10 menit kemudian saya dengar suara mencurigakan, seperti suara motor dinyalakan. Awalnya saya kira bukan motor saya,” ujarnya.
Tak lama berselang lanjut Arif, ada seorang warga sekitar datang menanyakan apakah sepeda motor yang dibawa orang tak dikenal ke arah Pasar Gadingrejo adalah miliknya. Saat itulah saya tersadar motor telah raib. Kemudian saya bersama warga kemudian melakukan pengejaran sambil meneriaki maling.“Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat sedang mendorong motor karena mesin tidak berhasil dihidupkan. Kondisi kunci kontak sepeda motor saya telah rusak akibat dibobol menggunakan kunci letter T,” ungkapnya. (top)






