Akses Antar Desa Way Bungur Dinanti, Masyarakat Minta Pengawasan Ketat
Lampung Timur — Warga Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, menyambut baik rencana pemerintah pusat membangun Jembatan Merah Putih sebagai akses penyeberangan antar desa. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi konektivitas warga sekaligus mengakhiri ketergantungan pada moda penyeberangan tradisional yang selama ini digunakan masyarakat.
Rencana pembangunan Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto itu telah lama dinantikan warga. Selama bertahun-tahun, masyarakat harus menggunakan perahu getek untuk menyeberang sungai dengan tarif Rp10 ribu per orang, sementara kendaraan roda empat mengandalkan kapal ponton dengan biaya mencapai Rp65 ribu sekali menyeberang.
“Kalau jembatan ini benar-benar dibangun, tentu sangat membantu aktivitas warga, terutama pedagang dan petani,” ujar Jhon, pedagang tahu setempat. Ia berharap proyek tersebut tidak lagi mengalami kendala seperti pembangunan sebelumnya. “Kami ingin pembangunannya diawasi ketat, supaya tidak ada korupsi dan bisa benar-benar selesai,” katanya.
Selain menopang aktivitas ekonomi warga, penyeberangan tersebut juga menjadi satu-satunya akses yang harus ditempuh ratusan pelajar setiap hari untuk menuju sekolah. Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama saat debit air sungai meningkat.
“Kalau hujan deras, menyeberang jadi berbahaya. Kami berharap jembatan ini segera dibangun supaya lebih aman,” ujar Muklis, salah seorang siswa yang setiap hari melintasi sungai tersebut.
Diketahui, pembangunan jembatan penyeberangan Kali Way Bungur sebenarnya pernah direalisasikan sekitar sepuluh tahun lalu. Saat itu, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah mengucurkan anggaran sekitar Rp20 miliar. Namun proyek tersebut mangkrak dan berujung pada penetapan satu orang sebagai tersangka kasus korupsi.
Kini, pembangunan lanjutan Jembatan Way Bungur diambil alih pemerintah pusat melalui Program Jembatan Merah Putih. Jembatan yang direncanakan memiliki panjang sekitar 100 meter itu akan dibiayai melalui APBN dengan nilai anggaran mencapai Rp80 miliar.
Masyarakat berharap, dengan pengambilalihan oleh pemerintah pusat, proyek Jembatan Merah Putih dapat direalisasikan secara transparan, tepat waktu, dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga Way Bungur dan sekitarnya. (*).






