Lampung Siap Jadi Tuan Rumah HPN–Porwanas 2027

Gubernur Mirza Pastikan Dukungan Penuh, Presiden Tegaskan Pers Suluh Peradaban

Bandarlampung — Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan kesiapan penuh daerahnya menyambut ribuan jurnalis dari seluruh Indonesia, dengan dukungan sarana olahraga yang memadai, akses transportasi strategis, serta ketersediaan akomodasi yang mencukupi.

Dalam surat dukungan resmi yang disampaikan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Gubernur Mirza menyatakan optimisme bahwa agenda nasional tersebut akan membawa dampak luas bagi Lampung.

“Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung diyakini tidak hanya berjalan lancar dan sukses, tetapi juga memberikan dampak positif bagi promosi daerah, pariwisata, ekonomi lokal, serta memperkuat solidaritas wartawan se-Indonesia,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Penetapan Lampung sebagai tuan rumah diumumkan langsung Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir, menyusul penyerahan surat dukungan Gubernur Lampung yang disampaikan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI di Hotel Aston, Banten, Sabtu (7/2/2026).

Momentum penetapan tersebut sejalan dengan penegasan peran strategis pers yang disampaikan Presiden RI pada Puncak Peringatan HPN 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026). Sambutan Presiden dibacakan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, tokoh pers nasional, serta para gubernur, termasuk Gubernur Lampung yang hadir langsung.

Presiden menekankan bahwa di tengah disrupsi teknologi dan dominasi algoritma, pers tetap menjadi suluh peradaban dan penentu kualitas demokrasi.

“Arah bangsa, baik buruknya demokrasi, tetap harus di tangan kualitas media dan pers kita. Jurnalisme tidak pernah netral dalam dampaknya. Ia menjadi suluh peradaban, menjadi motor perubahan,” tegas Presiden.

Presiden juga mengingatkan bahaya penggunaan kecerdasan artifisial (AI) tanpa verifikasi yang berpotensi melahirkan “berita halusinasi”. Menurutnya, pers harus menjaga sentuhan manusia agar empati dan nilai-nilai jurnalisme tidak tergerus algoritma.

“Jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma. Perkembangan AI dan teknologi digital tidak boleh menghisap nilai-nilai jurnalisme, apalagi merusak ekonomi media massa,” ujarnya.

Sebagai bentuk keberpihakan nyata, pemerintah berkomitmen memastikan keberlanjutan ekonomi media melalui implementasi kebijakan publisher rights, agar media memperoleh keadilan ekonomi di tengah fragmentasi audiens.

Menutup sambutannya, Presiden mengajak insan pers berkolaborasi dengan pemerintah menyukseskan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat.

“Informasi yang berkualitas akan melahirkan publik yang cerdas. Publik yang cerdas akan memperkuat ekonomi yang berdaulat,” pungkasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *