Festival Musikalisasi Puisi Lampung Dibuka, Pelajar SMA Ditantang Tampil Kreatif

BANDAR LAMPUNG – Balai Bahasa Provinsi Lampung resmi membuka pendaftaran Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat Se-Provinsi Lampung Tahun 2026. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sastra Indonesia.

Plt. Kepala BBPL, Rima Ulfayanti, mengatakan festival ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam pembinaan bahasa dan sastra, sekaligus mendorong peningkatan literasi di kalangan pelajar.

“Melalui festival ini, kami ingin menghadirkan ruang ekspresi yang positif bagi pelajar sekaligus menghidupkan kembali kecintaan terhadap sastra Indonesia, khususnya puisi,” ujarnya.

Dalam kompetisi ini, setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirimkan satu tim yang terdiri dari 3 hingga 6 siswa kelas 10 dan 11, didampingi satu guru pembimbing.

Festival akan digelar dalam dua tahap, yakni penyisihan dan final. Pada tahap awal, peserta diminta mengirimkan video musikalisasi puisi. Sepuluh tim terbaik akan melaju ke babak final untuk menampilkan karya secara langsung di hadapan dewan juri.

Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat, sementara pemenang I hingga V berhak atas piala, sertifikat, serta uang pembinaan. Khusus juara I dan II akan mewakili Lampung pada Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2026.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menantang peserta untuk menafsirkan makna puisi ke dalam harmoni musik yang kreatif dan komunikatif, sehingga mampu menggugah nalar dan rasa.

Pendaftaran dibuka mulai 7 April hingga 7 Mei 2026 tanpa dipungut biaya. Sementara pengumpulan karya dijadwalkan pada 9 Mei hingga 9 Juni 2026.

Penilaian akan mencakup aspek penafsiran puisi, komposisi dan aransemen, keselarasan atau harmonisasi, serta penampilan.

BBPL mengajak seluruh pelajar SMA/sederajat di Lampung untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang berkarya dan berprestasi di bidang sastra.

“Jangan lewatkan kesempatan ini untuk berkarya melalui sastra. Salam literasi,” tutupnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *