Lampung Utara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO). Melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol, Amaliah, S.Pd., UMKO sukses mewakili Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Lampung dalam Program Tendik Berdampak 2026 bidang Pranata Humas—sebuah program nasional bergengsi yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
UMKO menjadi salah satu dari 51 perguruan tinggi terpilih di Indonesia yang mengikuti program peningkatan kapasitas tenaga kependidikan tersebut. Kegiatan workshop berlangsung pada 6–10 April 2026 di BINUS Square, Jakarta, dengan rangkaian pelatihan intensif, praktik lapangan, hingga benchmarking antarperguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan administratif, tetapi juga oleh kemampuan institusi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dibutuhkan sistem yang kuat, layanan yang cepat dan responsif, serta sumber daya manusia yang profesional. Melalui program ini, kami berharap lahir praktik-praktik baik yang bisa langsung diterapkan, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antartenaga kependidikan,” ujarnya.
Keikutsertaan UMKO dalam program ini menjadi bukti komitmen kampus dalam memperkuat peran strategis humas di era digital. Humas tidak lagi sekadar penyampai informasi, tetapi juga pengelola isu, pembangun reputasi, serta penghubung efektif antara institusi dan publik.
Amaliah, S.Pd., menyampaikan bahwa kesempatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membawa dampak positif bagi kampus.
“Program ini sangat bermanfaat untuk memperkaya wawasan dan keterampilan kehumasan, khususnya dalam menghadapi tantangan komunikasi digital. Ilmu yang diperoleh akan kami terapkan untuk meningkatkan kualitas layanan informasi dan memperkuat citra UMKO di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dengan capaian ini, UMKO optimistis mampu terus meningkatkan kualitas layanan komunikasi publik serta memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang adaptif, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional. (*).






