OPERASI SAR HARI KETUJUH DIHENTIKAN, KORBAN TERSERET ARUS DI PRINGSEWU DINYATAKAN HILANG

Penyisiran Maksimal Tak Buahkan Hasil, Tim SAR Gabungan Tutup Operasi

PRINGSEWU — Operasi pencarian terhadap korban terseret arus sungai di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Sabtu (11/4/2026). Korban, Riza Kurniawan (28), warga Dusun Kampung Baru, Desa Penengahan, dinyatakan hilang setelah upaya pencarian intensif tidak membuahkan hasil.

Tim dari Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung bersama SAR gabungan telah mengerahkan berbagai metode sejak hari pertama kejadian. Pada hari terakhir operasi, personel dibagi dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan pencarian.

SRU I melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di aliran Sungai Way Sekampung sejauh kurang lebih 6 kilometer. Sementara SRU II melaksanakan pencarian secara visual di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang tepian sungai.

“Seluruh area yang menjadi prioritas pencarian telah disisir secara maksimal, baik melalui jalur air maupun darat, namun hingga sore hari korban belum ditemukan,” ujar Wadanpos SAR Tanggamus, Tri Wardoyo.

Selain penyisiran manual, tim juga mengoptimalkan penggunaan peralatan canggih seperti Aqua Eye, Underwater Searching Device (UWSD), serta peralatan selam untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan air.

Namun, proses pencarian menghadapi kendala di lapangan, terutama banyaknya tumpukan sampah di beberapa titik sungai yang diduga menjadi lokasi tersangkutnya korban, sehingga memperlambat proses penyisiran.

Setelah tujuh hari tanpa hasil, tim SAR gabungan bersama pihak keluarga melakukan musyawarah dan sepakat menghentikan operasi. Korban selanjutnya dinyatakan hilang.

Meski demikian, pihak Basarnas Lampung tetap melakukan langkah antisipatif dengan berkoordinasi kepada penjaga bendungan di sepanjang aliran sungai guna segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda korban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui call center 115 atau nomor siaga jika menemukan indikasi keberadaan korban,” tambahnya.

Seluruh unsur yang terlibat, di antaranya Pos SAR Tanggamus, BPBD Pringsewu, TNI/Polri, Damkar, FRRL, serta masyarakat setempat, telah dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam upaya pencarian. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *