OWNER KRETEK LAMPUNG BANGUN JALAN SWADAYA

Alit Nugraha Sumbang Pembangunan Ruas 415 Meter, Hidupkan Semangat Gotong Royong Warga Banyumas

LAMPUNG SELATAN — Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali menunjukkan kekuatannya. Berbekal kepedulian terhadap kebutuhan warga, pengusaha muda Lampung sekaligus pemilik Kretek Lampung, Alit Septa Nugraha, CHT, menggagas pembangunan jalan swadaya sepanjang 415 meter di Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.

Pembangunan jalan menggunakan material batu sabes tersebut dilaksanakan bersama masyarakat setempat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Program swadaya itu menjadi jawaban atas harapan warga yang selama bertahun-tahun mendambakan akses jalan yang lebih layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Alit Nugraha mengatakan, inisiatif tersebut lahir dari keinginan untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan desa sekaligus membantu percepatan pembangunan daerah.

“Saya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat yang sudah lama menginginkan jalan yang lebih baik. Ini bentuk kepedulian sekaligus sinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun desa,” ujar Alit.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong sebagai modal sosial dalam membangun daerah.

“Bersama kita bisa. Kita mulai dari desa, bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah. Sudah saatnya kita bergandengan tangan membangun, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.

Pembangunan jalan tersebut melibatkan partisipasi langsung warga Desa Banyumas yang secara sukarela menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran demi terwujudnya akses transportasi yang lebih baik.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai proses pengerjaan. Warga dari berbagai kalangan turun langsung ke lapangan, menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat pedesaan.

Alit menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah mendukung program tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi. Jalan ini terbangun karena semangat kebersamaan, kerja keras, dan kepedulian semua pihak,” katanya.

Bagi masyarakat setempat, pembangunan jalan sepanjang 415 meter itu bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kebangkitan solidaritas sosial di tengah tantangan pembangunan desa.

Akses jalan yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Kegiatan swadaya ini sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dapat menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

“Semoga jalan ini bermanfaat bagi masyarakat dan dapat memudahkan seluruh aktivitas warga,” ujar Alit.

Langkah yang dilakukan Owner Kretek Lampung tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu program besar. Dengan kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong, perubahan dapat dimulai dari desa untuk mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *