Soroti Strategi Digital, Inovasi Berkelanjutan dan Pengalaman Wisata sebagai Kunci Daya Saing Destinasi
Bandar Lampung – Kampus Unggul IIB Darmajaya kembali menghadirkan kontribusi bagi dunia akademik dan industri pariwisata melalui peluncuran buku Pemasaran Pariwisata Terpadu: Konsep, Strategi, Inovasi, dan Keberlanjutan Destinasi. Buku setebal 170 halaman yang diterbitkan Darmajaya Press ini menawarkan pendekatan komprehensif mengenai strategi pemasaran pariwisata modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan perilaku wisatawan, hingga tantangan keberlanjutan destinasi.
Salah satu penulis, Dr. Anggalia Wibasuri, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa pemasaran pariwisata saat ini tidak lagi sekadar menjual destinasi, melainkan menghadirkan pengalaman yang mampu membangun ikatan emosional dengan wisatawan.
“Pemasaran bukan hanya soal menjual, tetapi bagaimana menciptakan pengalaman yang berkesan. Pengalaman yang bermakna akan menjadi kunci loyalitas wisatawan di tengah persaingan yang semakin kompetitif,” ujar Kaprodi Magister Manajemen IIB Darmajaya tersebut.
Ia menjelaskan, pendekatan pemasaran yang holistik menjadi kebutuhan mutlak karena melibatkan seluruh ekosistem pariwisata, mulai dari karyawan, mitra usaha, hingga masyarakat lokal. Menurutnya, generasi muda kini lebih tertarik pada destinasi yang estetik, autentik, dan mampu menghadirkan pengalaman unik untuk dibagikan melalui media sosial.
Sementara itu, Prof. Dr. Anuar Sanusi, S.E., M.Si., yang juga menjadi penulis buku tersebut, mengatakan strategi pemasaran modern harus berorientasi pada kebutuhan konsumen.
“Wisatawan membeli cerita, bukan sekadar layanan. Kepercayaan dan kepuasan jauh lebih berharga dibandingkan transaksi sesaat. Hubungan jangka panjang menjadi kunci keberlanjutan destinasi wisata,” katanya.
Ia juga menilai fleksibilitas menjadi faktor penting menghadapi dinamika ekonomi global. Destinasi wisata, menurutnya, harus mampu menghadirkan paket wisata yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Penulis lainnya, Lukman Hakim, S.P., M.M., menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran pariwisata, seperti layanan pemesanan daring, virtual tour, hingga sistem pembayaran digital yang mampu memperluas jangkauan pasar.
Sementara Nia Lefiani, S.E., M.M., menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan menghadapi perubahan regulasi pemerintah sebagai faktor yang menentukan daya saing industri pariwisata.
Adapun Moneta Nauli, S.E., M.M., menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian dari strategi menjaga keberlanjutan destinasi.
“Adaptasi terhadap regulasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan strategi penting untuk memastikan keberlanjutan destinasi pariwisata,” ujarnya.
Buku ber-ISBN 978-623-586-770-0 ini mengulas konsep pemasaran modern, strategi digital, inovasi pengemasan produk wisata, hingga pembangunan destinasi berkelanjutan. Kehadirannya diharapkan menjadi referensi penting bagi akademisi, praktisi, pelaku industri, maupun pemerintah dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata Indonesia. (*)






