Ribuan Tamu Bakal Datang, Penginapan, Kuliner, Transportasi, Wisata hingga UMKM Diprediksi Kebagian Dampak
Bandarlampung — Pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung dinilai memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah. Kehadiran ribuan peserta dan tamu dari berbagai penjuru Indonesia diyakini akan memberikan efek berantai bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Anggota DPR RI Komisi II Rycko Menoza SZP menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut saat menerima audiensi jajaran PWI Lampung di Kantor Lampung Sai, Sumur Batu, Bandar Lampung, Senin (10/8/2026).
Menurut Rycko, dua agenda nasional itu harus dimanfaatkan lebih luas. Bukan hanya sebagai kegiatan insan pers dan olahraga wartawan, tetapi juga sebagai momentum mempromosikan potensi pariwisata, produk unggulan dan ekonomi kreatif Lampung.
“Sebagai orang Lampung saya sangat bangga. Apalagi kegiatan ini tentu akan memberikan efek ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat,” kata Rycko.
Rycko berkaca pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung di Lampung Selatan pada 2012. Mobilitas peserta dan masyarakat dari berbagai daerah saat itu turut menggerakkan aktivitas ekonomi.
Ia menilai dampak serupa berpotensi terjadi ketika Lampung menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas.
“Kalau kegiatan berlangsung selama satu minggu, tentu akan banyak orang datang. Dampaknya bisa dirasakan masyarakat, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi, pariwisata dan sektor lainnya,” ujarnya.
Karena itu, Rycko mendorong agar rangkaian HPN dan Porwanas dirancang sekaligus sebagai etalase Lampung. Produk lokal dan destinasi wisata harus mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada peserta dan tamu nasional.
Salah satu gagasan yang disampaikan Rycko adalah menjadikan Canti, Kalianda, Lampung Selatan, sebagai salah satu lokasi pengambilan api untuk rangkaian HPN dan Porwanas 2027.
Menurut dia, momentum tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan kawasan wisata Lampung Selatan kepada masyarakat dari luar daerah.
“Saya menyarankan kalau teman-teman PWI Lampung ingin mengambil api di Canti, Kalianda, saya akan membantu. Sekaligus kita memperkenalkan pariwisata Lampung Selatan,” katanya.
Tak berhenti pada promosi destinasi, Rycko juga mendorong adanya cendera mata dan oleh-oleh khas Lampung bagi para tamu. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi media promosi sekaligus membuka pasar bagi produk UMKM lokal.
“Saya sarankan ada oleh-oleh khas Lampung untuk tamu dan pengunjung nantinya. Dengan begitu, kegiatan ini juga bisa menambah perekonomian masyarakat kita,” ujarnya.
Rycko juga menyatakan kesiapannya membantu persiapan Porwanas 2027, termasuk pemenuhan sarana olahraga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah lapangan tenis. Menurutnya, ketersediaan fasilitas tenis di Lampung masih terbatas sehingga harus dipersiapkan jauh sebelum pelaksanaan.
Kawasan Villa Citra disebut sebagai salah satu alternatif lokasi yang dapat dipertimbangkan karena memiliki fasilitas yang dinilai memadai untuk event berskala nasional.
“Untuk Porwanas dengan 14 cabang olahraga, saya akan support. Salah satunya terkait tenis lapangan karena lapangannya memang masih minim,” kata Rycko.
Ia juga menyatakan siap memberikan dukungan terhadap Kick Off HPN dan Porwanas 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengapresiasi dukungan yang diberikan Rycko. Menurutnya, keberhasilan HPN dan Porwanas membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para anggota DPR RI asal Lampung.
“Ini bukan hanya hajat PWI, tetapi juga hajat Lampung karena membawa nama daerah dalam agenda nasional,” ujar Wirahadikusumah.
Ia menjelaskan, rangkaian menuju HPN 2027 akan diawali Kick Off pada 29 November 2026. Sejumlah tokoh nasional direncanakan hadir, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Kapolri.
PWI Lampung juga mengajak seluruh tokoh serta putra-putri Lampung, khususnya anggota DPR RI yang berada di Senayan, ikut memberikan dukungan terhadap agenda tersebut.
Penyelenggaraan HPN 2027 akan menjadi sejarah tersendiri bagi PWI Lampung. Sebab, HPN belum pernah digelar di Provinsi Lampung.
Sementara untuk Porwanas, Lampung memiliki catatan sejarah karena pernah menjadi tuan rumah pada 1993.
“HPN ini menjadi sejarah baru bagi PWI Lampung karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di Lampung. Sedangkan Porwanas pernah digelar di Lampung pada 1993. Karena itu, kami ingin momentum 2027 menjadi sejarah baru yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Wirahadikusumah.
Dengan dukungan lintas sektor, HPN dan Porwanas 2027 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni nasional, tetapi menjadi mesin promosi Lampung sekaligus momentum menggerakkan hotel, kuliner, transportasi, pariwisata dan UMKM daerah. (*).






