Global Zakat –ACT Lampung Apresiasi Guru Honorer di Pringsewu

Pringsewu – Minim penghasilan tidak menyurutkan semangat guru honorer yang ditemui relawan Global Zakat – ACT Lampung. Sembari memandu anak didiknya untuk hafalan Qur’an, Ahmad Fanani tak menampakan wajah lelah. Aktivitas mengajar dari kelas ke kelas sudah menjadi rutinitas. Sudah hampir 12 tahun mengabdi dibeberapa sekolah yang kadang sampai lupa kapan memulai dan kapan pindah.

Saai ini Ahmad Fanani mengajar di SD IT Cahaya Madani Pringsewu sejak dua tahun lalu. Rasa syukur atas apresiasi berupa Biaya Hidup Guru dari Program Sahabat Guru Indonesia (SGI) diutarakan dengan raut kebahagiaan.”Selama ini ada gaji bulanan namun hanya cukup untuk ongkos ke Sekolah dan makan dirumah. Bantuan ini sangat membantu, semoga guru honorer yang lain merasakan hal yang sama,” ucapnya.

Ahmad Hafiz Parsaulian pengajar SD Negeri 4 Pardasuka Pringsewu juga sudah mengabdi didunia pendidikan hampir sepuluh tahun. Rasa syukur juga disampaikan setelah mendapatkan bantuan Biaya Hidup Guru. Bahkan dirinya berharap Global Zakat-ACT Lampung dapat memperjuangkan bantuan untuk guru honorer yang lain.

Guru Honorer di MTS Negeri 1 Pringsewu Ahmad Fatih juga berjuang dibidang pendidikan karena niat dasar mendidik dan dakwah. Dengan adanya program Sahabat Guru Indonesia sangat membantu dalam peningkatan produktifitas guru. Menurutnya banyak guru honorer yang sudah lebih dari sepuluh tahun mengabdi sangat membutuhkan tambahan biaya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

“Harapanya bantuan ini bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk semua guru honorer. Saya sendiri sejak 2009 sudah ikut merintis Sekolah Satu Atap. Insya Allah sebentar saya lagi menikah, sekarang masih proses taaruf,” ujarnya.

Sementara itu,

Kepala Program ACT Lampung Arief Rakhman mengatakan program Sahabat Guru Indonesia (SGI) merupakan bentuk apresiasi terhadap guru honorer diseluruh Pelosok Negeri termasuk Bandar Lampung dan Kabupaten/kota lain dengan memberikan bantuan biaya hidup guru.

Bantuan biaya hidup guru bertujuan untuk turut mensejahterakan kehidupan guru. Hal ini karena masih banyak guru honorer yang mendapatkan penghasilan minim. Bantuan SGI mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk saling membantu.

Saat ini implementasi program SGI sudah menjangkau Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, Lampung Timur dan Tulang Bawang. Harapanya kedepan seluruh kabupaten/kota terjangkau program tersebut.

“Kami memprioritaskan guru honorer yang sudah mengabdi lebih dari sepuluh tahun dan mempunyai penghasilan minim, ini merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas guru dalam mencerdaskan anak-anak dilingkunganya,” ucapnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *