Harlah PKS, Mufti: Semakin Menghadirkan Manfaat bagi Umat, Bangsa dan Negara

Bandarlampung – Hari ini, tepat tanggal 20 April, diperingati sebagai hari lahir (Harlah) Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Diusianya yang ke-22 ini, sejumlah harapan teruntai dari para kadernya di Provinsi Lampung.

Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim menaruh harapan besar kepada partai tempat dirinya bernaung. Dirinya berharap, partai dengan tagline berkhidmat untuk rakyat ini semakin menghadirkan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

Senada juga diungkapkan, Anggota DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi PKS, Sidik Efendi. Dirinya berharap semoga PKS semakin besar dukungan dari masyarakat dan semakin banyak berbuat untuk rakyat

Dikutip dari wikipedia, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam yang memiliki perwakilan di parlemen Indonesia. Partai ini berdiri pada 20 April 1998 yang berawal dari gerakan aktivitas dakwah Islam sejak 1980-an. Pemilu 2019 menjadi pemilu kelima yang diikuti partai ini.

Kelahiran PKS erat kaitannya dengan gerakan Islam berbasis massa kampus dan cendekiawan yang muncul sebagai tanggapan atas tekanan politik pemerintah Orde Baru terhadap umat Islam. Gerakan ini ditandai dengan mulai maraknya kegiatan kajian Islam dan meluasnya penggunaan jilbab di kampus-kampus sekuler Indonesia pada era 1980-an.

Dengan latar belakang pendirinya yang sebagian besar adalah anak muda terdidik, PKS meraup dukungan paling banyak di perkotaan.[4] Dalam pemilu 2004, partai ini mendapat 7,3% dukungan suara nasional, melonjak dari perolehan suara pada pemilu sebelumnya yang hanya 1,36%.[5] PKS menempatkan tokoh-tokoh muda sebagai kandidat alternatif untuk diusung sebagai gubernur, bupati, dan wali kota melalui pemilhan kepala daerah secara langsung yang digelar sejak 2005.

PKS tampil sebagai peraih suara terbanyak keempat hasil pemilu 2009 seiring meluasnya sebaran pemilih PKS. Eskalasi kemenangan yang diraih PKS dalam pilkada serentak yang digelar sejak 2015 baik lewat jalan koalisi maupun mengusung kadernya sendiri telah mematahkan dominasi Golkar dan PDI Perjuangan.

Partai ini secara rutin terlibat dalam program pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan bantuan kemanusiaan.[3] Dengan sistem kaderisasi yang teratur, PKS membangun militansi kadernya. Kader membiayai keterlibatan diri mereka dalam agenda politik dan tidak bergantung pada figur. PKS secara konsisten memberikan dukungan bagi perjuangan umat Islam di seluruh dunia lewat lobi di parlemen, demonstrasi, maupun penggalangan dana. Dalam setiap demonstrasi maupun kampanye mereka, PKS dianggap “mendatangkan contoh” mengerahkan massa dalam jumlah banyak dengan tertib dan aman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *