Metro – Nama dicatut oknum, Kadis dan Sekertaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Metro Siap Tempuh Jalur Hukum. Hal ini ditegaskan Sekertaris DPMPTSP kota Metro, Deni Sanjaya kepada wartawan saat ditemui wartawan diruang kerjanya, rabu, (18/11/2020).
Pencatutan Nama tersebut terjadi kepada Manager PT Pilar Putra Tehnik, Teguh, yang mengaku telah ditelpon oleh seseorang yang bernama Rahmat yang mengaku sekertaris kadis.
“Saya datang ke Dinas Penanaman Modal terkait klarifikasi soal izin perusahaan saya, saya menghadap ibu Lina selaku petugas Dinas Penanaman modal dan menyerahkan berkas perusahaan saya dan dinyatakan lengkap, selasa 17 november 2020 kemarin,” jelas Teguh
Selanjutnya, setelah keluar dari kantor tersebut, dirinya di telpon oleh seseorang yang mengaku sekretaris kepala dinas.
“saya keluar dari Dinas, saya ditelpon orang yang mengaku sekretaris kadis yang memperkenalkan diri bernama rahmat, dan meminta saya untuk datang kembali ke Dinas Penanaman Modal menghadap Kepala dinas” ungkapnya
“Kemudian sekira pukul 13.36 ada nomor telpon yang menghubungi saya via whatsapp dan saya lihat nama di whatsaap tersebut Edy Pakar, dan saya mau menelpon, tapi karena signal handphone saya sedang jelek, jadi saya tidak menelpon beliau” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Penanaman Modal Deni Sanjaya mengatakan itu bukan dirinya.
“Saya pastikan itu bukan dirinya dan tidak pernah memerintahkan seseorang untuk menelpon Teguh, Deni juga menyatakan bahwa nomor yang mengatasnamakan Kepala Dinas tersebut bukan nomor Hand Phone Kepala Dinas Penanaman Modal kota Metro. Saya tegaskan itu bukan nomor saya dan bukan nomor kadis, jadi kami siap tempuh jalur hukum atas pencatutan nama dan nomor telpon tersebut” tegasnya.
Deni juga mengungkapkan dengan usaha pengungkapan ini diharapkan kejadian seperti ini jangan pernah terjadi lagi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Metro.
Sementara di tempat terpisah, Kepala DPMPTSP Kota Metro, Edy Pakar saat di temui mengatakan dirinya tidak pernah memberikan perintah untuk menghubungi pihak PT. Pilar Putra Tehnik.
“Iya, kemarin memang saat kita menerima laporan mengenai gudang yang tidak berizin tersebut, kita langsung mendatangi gudang tersebut. Dan ternyata gudang tersebut memiliki izin yang lengkap. Hanya itu saja, setelah itu tidak ada masalah. Dan mengenai ada oknum yang menjual nama saya, nanti kita cross cek lagi. Yang pasti gudang tersebut tidak bermasalah dan memiliki izin lengkap,” tegas Edy Pakar. (Ipung)






