Daerah  

Pengembangan jalan Pertanian Poktan Santri Milinial Kampung Karya Bhakti Diduga Mark Up

EDITORONLINE, TULANGBAWANG – Perkerjaan pengembangan jalan pertanian oleh Kelompok Tani (Poktan) Santri Milinial Kampung Karya Bhakti, Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulangbawang, tahun 2020 sepanjang 550 Meter, lebar 120 centimeter, dengan pagu anggaran Rp.100 juta diduga dimark’up.

Ketua LSM Lembaga Peduli Pembangunan Daerah (LPPD) Kabupaten Tulangbawang, Aliyanto, menilai banyak sekali kejanggalan dari pekerjaan rabat beton jalan pertanian tersebut yang mana pagu anggaran tidak sesuai dengan fisik pekerjaan.

“Fisik pembangunan jalan pertanian berupa rabat beton yang dikerjakan oleh Poktan santri milinial itu tidak sesuai dengan nilai pagu anggara yang mencapai Rp.100 juga rupiah. Selain itu kualitas pekerjaan jalan itu juga terlihat tidak sesaui spesifikasi,” terang Aliyanto, Selasa (12/04/2021).

Ketua DPD LSM LPPD Kabupaten Tangbawang itu menilai, terdapat mark up dalam laporan pertanggungjawaban dalam pekerjaan jalan pertanian rabat beton yang dikerjakan secara swakelola oleh Poktan santri milinial itu.

“Jika dilihat dari fisik pekerjaannya, diduga terdapat mark up dalam laporan SPj-nya. Karena bentuk fisik pekerjaannya tidak sesuai jika dibandingkan dengan nilai pagu anggaranya,” bebernya.

Menurutnya, pekerjaan pengembangan jalan pertanian itu bersumber dari APBN tahun 2020 dan dikerjakan secara swakelola melalui padat karya oleh beberapa kelompok tani.

Aliyanto menegaskan akan membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum terkait indikasi adanya kerugian negara atas kegiatan pengembangan jalan usaha tani di Kabupaten Tulangbawang tersebut.

Saat dikonfirmasi, Lukman selaku bendahara Poktan Santri Milinial dan juga koordinasi dari tujuh Poktan yang mengerjakan kegiatan pengembangan jalan pertanian di Tulangbawang mengaku pihaknya tidak memahami atas spesifikasi fisik jalan rabat beton pertanian itu.

“Saya belum memahami terkait spesifikasi perkejaan rabat beton ini, jadi mana yang harus kami kerjakan ya kami kerjakan saja,” ujar Lukman. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *