EDITORONLINE.CO.ID,TULANGBAWANG BARAT – Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) Lampung siap melaporkan indikasi penyimpangan anggaran Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) Maju Bersama, Tiyuh Mercu Buana, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat.
Ketua DPC Gercin Tulangbawang dan Tulangbawang Barat, Ansyori, mengatakan, pihaknya telah mempelajari adanya indikasi penyimpangan anggaran BUMT Maju Bersama, Tiyuh Mercu Buana.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya indikasi penyelewengan anggaran BUMT Maju Bersama, Tiyuh Mercu Buana. Setelah kami cross check kebenaranya memang terdapat indikasi penyelewengan dana BUMT oleh pengurus,” katanya, Rabu (26/05/2021).
Bahkan, menurutnya, terindikasi adanya peran Kepala Tiyuh Mercu Buana, Sarno, dalam penyelewengan dana BUMT tersebut.
“Ada informasi dari masyarakat setempat bahwa, Kepala Tiyuh, Pak Sarno, menjual beberapa ekor sapi milik BUMT,” ulasnya.
Terkait hal itu, lanjutnya, pihaknya melalui Ormas Gercin Lampung akan melaporkan terkait indikasi penyelewengan dana BUMT itu kepada aparat penegak hukum (APH).
“Gercin sudah koordinasi dengan APH, dan secepatnya akan kita laporkan terkait permasalahan ini. Karena apapun bentuknya, hal ini termasuk indikasi korupsi,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, BUMT Maju Bersama Tiyuh Mercu Buana, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat, terindikasi tidak transparan.
Salah satu warga setempat yang meminta namanya tidak dipublikasikan mempertanyakan pelaksanaan dan pengelolaan BUMT yang bersumber dari APB Tiyuh mulai tahun 2018.
“Pengelolaanya tidak transparan, penyertaan modalnya berapa dan bentuk usahanya apa serta pengelolaanya seperti apa warga tidak tahu. Bahkan, infonya pengurus BUMT Maju Bersama juga sudah diganti semua,” ujarnya, Minggu (23/05/2020).
Ketua pengurus BUMT Maju Bersama Kampung Mercu Buana, Jonatan, saat dikonfirmasi juga tidak bisa memberikan keterangan yang jelas terkait total jumlah penyertaan modal BUMT Maju Bersama.
“Saya baru menjabat sebagai ketua pengurus BUMT Maju Bersama selama lima bulan. Tapi saya tidak mempunyai berkas dan pembukuan BUMT. Belum serah terima, baru ditunjuk secara lisan sekira lima bulan lalu,” kata Jonatan.
Menurut Jonatan, saat dirinya ditunjuk sebagai ketua BUMT Maju Bersama Tiyuh Mercu Buana, yang diketahui hanya aset BUMT yakni 6 ruko dan 4 ekor sapi.
“Sapi betina 4 ekor dan digaduhkan kepada satu warga. Kalau 6 rukonya disewakan kepada masyarakat, totalnya Rp. 18 juta pertahunya,” imbuhnya.
Ia menyarankan untuk lebih jelasnya agar wartawan mempertanyakan kepada Kepala Tiyuh Mercu Buana, Sarno.
“Untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan kepada Pak Sarno Kepala Tiyuh. Karena saya belum menerima berkas serta pembukuan BUMT,” ulasnya.
Sementara Kepala Tiyuh Mercu Buana, Sarno, belum dapat ditemui saat akan dikonfirmasi terkait hal ini. Bahkan, nomor ponselnya tidak aktif saat dihubungi.
Mantan Sekretaris BUMT Maju Bersama Kampung Mercu Buana, Muhlisin, saat dikonfirmasi via telpon mengatakan, ia telah berhenti menjadi sekretaris pengurus BUMT pada tahun 2019.
Menurut Muhlisin, saat ia menjabat, penyertaan modal untuk BUMT Maju Bersama yakni Rp.40 juta untuk membeli 4 ekor sapi jantan pada tahun 2017 dan Rp.200 juta untuk membangun 6 ruko milik BUMT pada tahun 2018.
“Itu yang saya tahu saat menjabat, selanjutnya apakah ada penyertaan modal lagi atau tidak saya tidak tahu. Silahkan tanyakan kepada pengurus yang sekarang,” ujarnya. (tri)