EDITORONLINE.CO.ID, TULANGBAWANG – LSM Lembaga Peduli Pembangunan Daerah (LPPD) Kabupaten Tulangbawang, menuding pembangunan jalan sabes dari Dana Desa (DD) tahun 2021 Kampung Agung Jaya, Kecamatan Banjar Margo, gagal perencanaan dan terkesan asal jadi.
Ketua LSM LPPD Kabupaten Tulangbawang, Aliyanto, mengatakan, batu sabes semestinya dilakukan untuk daerah gambut atau pada ruas jalan rusak.
Ia menilai, pelaksanaan pembangunan jalan sabes di Kampung Agung Jaya tersebut tidak sesuai atau gagal perencanaan, karena badan jalan yang dilakukan pembangunan merupakan badan jalan tanah padat darat (kering).
“Semestinya badan jalan itu dilakukan peningkatan menjadi onderlagh, bukan disabes. Pembangunan jalan sabes ini terkesan dipaksakan juga dengan perencanaan asal,” ujar Aliyanto (11/08/2021).
Menurut Aliyanto, aparatur dan TPK pembangunan jalan sabes Kampung Agung Jaya, dengan pagu anggaran Rp.92 juta dan volume 620 meter dan lebar 2,5 meter itu terkesan mencari keuntungan besar.
“Jalan sabes dengan volume panjang 620 meter dan lebar 2,5 meter itu semestinya hanya menghabiskan dana sekira Rp.60 juta saja,” ulasnya.
Ia merinci, untuk pengadaan batu dengan volume tersebut membutuhkan 160 kubik batu sabes atau 8 mobil tronton dengan total biaya Rp.28 juta.
“Upah pasang permeter Rp.10 ribu permeter dikali volume panjang 620 meter kali lebar 2,5 meter yakni 1.550 meter. Artinya total upah kerja pasang atau penghampar sebesar Rp.15.500.000,” bebernya.
Selain itu, pengadaan sewa alat berat senilai Rp.7 juta. Lalu, pajak Rp.11.000.000. Jadi, pekerjaan pembangunan jalan sabes itu hanya menelan anggaran sekira Rp.62 juta saja.
“Aparatur Kampung Agung Jaya, dan TPK sengaja mencari keuntungan cukup besar sekira Rp.30 juta. Padahal ini kan pekerjaan swakelola semestinya ada sisa atau disilvakan. Jika tidak disilvakan berarti ada pemalsuan SPj,” pungkasnya.
Terkait hal ini LSM LPPD Kabupaten Tulangbawang akan meminta klarifikasi dari pihak Kampung Agung Jaya, dan pihak DPMPK setempat.
“Proyek yang bersumber dari DD jangan dijadikan hanya untuk mencari keuntungan semata. Hal seperti ini semestinya cepet disikapi agar tidak berlarut-larut,” tandasnya.
Sementara, baik pihak TPK atau Kepala Kampung Agung Jaya, Jamirun, belum bisa dikonfirmasi terkait pembangunan jalan sabes tersebut. (tri)






