Pembinaan Petani Kopi Berkelanjutan , Pemkab Way Kanan teken MOU dengan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri

Way Kanan. koraneditor.id

Bupati Way Kanan atas nama Pemkab Way Kanan melakukan Penandatanganan Naskah Kesepahaman Antara Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri
Program Kegiatan Pembinaan Petani Kopi Dalam Rangka Peningkatan Produksi Kopi Berkelanjutan/Lestari
Di Gedung Serba Guna Pemkab Way Kanan, Kamis , 13 , Januari 2022.

Hadir pada kegiatan itu General Manajer PT Sari Makmur Tunggal Mandiri beserta Tim.Staf Ahli Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kussarwono, Kadis Perkebunan Arifin, Ketua KTNA Way Kanan, Camat Rebang Tangkas, Kepala Kampung, Ketua Gapoktan, Ketua Kelompok Tani Se-Kecamatan Rebang Tangkas, Pimpinan IKM Kopi Tiyuh.

Bupati Way Kanan Raden Adi Pati Surya mengatakan kegiatan Penandatanganan naskah kesepemahaman antara Pihak Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan Pihak PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, bertujuan
dapat memperkuat manajemen petani dan kelompok tani yang akan dilibatkan dalam program menuju pada produksi kopi yang berkelanjutan dan memenuhi prinsip dan kriteria sertifikasi kopi berkelanjutan.

Diharapkan dapat terjalin kerja sama dengan PT. Sari Makmur Mandiri selaku perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan biji kopi, melalui program kegiatan pembinaan petani kopi dalam rangka peningkatan produksi kopi berkelanjutan/lestari,

“Kita menargetkan capaian adalah 61 kelompok tani yang terdiri dari 1.469 petani kopi mandiri yang tersebar di Kecamatan Rebang Tangkas ini, dengan harapan melalui kegiatan ini dapat memperkuat manajemen petani dan kelompok tani yang akan dilibatkan dalam program menuju pada produksi kopi yang berkelanjutan dan memenuhi prinsip dan kriteria sertifikasi kopi berkelanjutan.” Kata Raden Adipati Surya.

Kedepan diharapkan dengan kerjasama dan binaan dari Perusahaan swasta pengolah Kopi ini,Grade produksi di Way kanan dapat Naik dari 0.4 menjadi 0.7 bahkan 1.0 sehingga produktivitas lahan meningkat dan penghasilan Petani bertambah.

“Percuma lahan luas tapi tidak produktif, sehingga tak menambah pendapatan petani Kopi.inilah sebenarnya dasar pemikiran dari MOU ini.”” Pungkas Adipati. (Fik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *