Daerah  

Jadi Langganan Banjir,BPBD mesuji rekomendasikan pengerukan sungai Jaya Sakti

MESUJI – Tingginya intensitas Hujan  yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Mesuji sejak pukul 16.45.wib sore tadi, hingga malam ini pukul 18.00.wib mengakibatkan meluapnya air sungai.

Akibatnya meski hujan baru terjadi selama 45 menit,namun telah mengenangi pemukiman dan lahan usaha warga Desa Jaya Sakti,Kecamatan Simpang pematang,Kabupaten Mesuji,kamis malam(17/02)

Ketinggian air yang mengenangi Pemukiman penduduk tetsebut mencapai 70 Centimeter. Berdasarkan data yang di himpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji yang turun langsung kelokasi banjir.

Berdasarkan laporan Kepala Desa Jaya Sakti, Nugroho Joko Haryono,kepada Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mesuji Sunardi Nyerupa.SE saat meninjau banjir tersebut,bajir diakibatkan pendangkalan beberapa titik sungai yang ada di wilayah desa jaya sakti.

Untuk itu lanjut joko,pihaknya sangat berharap pemerintah dapat melakukan Normalisasi aliran sungai,sehingga banjir tidak selalu mengancam warga di saat musim penghujan seperti tahun ini.

“kami sangat mengharapkan adanya proses pengerukan ataupun normalisasi aliran sungai terlebih yang berdekatan dengan  pemukiman warga. Sebab, jika hal itu tidak segera dilakukan maka desa kami akan selalu jadi langganan banjir tiap hujan deras terjadi,”kata pria yang akrab disapa Joko itu.

Sementara ditempat yang sama, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mesuji Sunardi bersama TRC, Kepala Desa dan Dinas Terkait langsung turun melakukan pengecekan kelokasi banjir. Selanjutnya BPBD Mesuji meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada aparatur desa dan masyarakat untuk waspada ancaman bencana hydrometeorologi.

“Saat ini, upaya yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan aparat setempat, dan pihak-pihak terkait kondisi mutakhir. Didamping itu kita juga terus  memantau dan asesmen dilokasi kejadian untuk menginventarisir dampak serta kerugian yang ditimbulkan dengan adanya musibah ini sambil melihat perkembangan selanjutnya, mudah-mudahan situasi masih bisa terkendali karena debit air sudah mulai terlihat surut perlahan,”jelas Sunardi.(apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *