Daerah  

RS Mutiara Bunda Tuba Gelar Seminar dan Workshop Kegawat Daruratan Obstetri dan Neonatus

EDITORONLINE.ID, TULANGBAWANG – Rumah Sakit (RS) Mutiara Bunda unit II, Tulangbawang menggelar seminar dan workshop kegawat daruratan obstetri dan neonatus kepada para bidan dan perawat yang dilaksanakan di aula rumah sakit setempat, Jumat (24/03/2022).

Seminar dan workshop obstetri dan neonatus ini diisi oleh pemateri dr.Hasan Basri, Sp.OG dan dr. Lia Kamelia, Sp.A.,.Kes dan Eka Yulia S.Kep., Mas.,M.Kep, yang diikuti oleh para bidan dan tenaga medis di RS Mutiara Bunda dan para bidan desa.
Neonatus merupakan suatu keadaan dimana kehidupan pertama lahir dalam luar rahim dengan usia 28 hari. Dalam masa itu terjadi berubahan yang sangat besar dari kehidupan yang ada di dalam rahim menjadi luar rahim.
Pada keadaan Neonatus mengalami suatu perubahan yang ada dari suatu kehidupan dalam rahim dan pada saat itu bergantung sepenihnya pada ibu menjadi kehidupan di luar rahim yang harusnya mandiri.
Pada masa neonatus mengalami perubahan besar terhadap kehidupan, Pada masa itu biasanya terjadi pada jam ke 24- 72 pertama. Neonatus mengalami proses kelahiran yang pada dasarnya harus menyesuaikan diri pada kehidupan ini intra uterin ke kehidupan ekstrauterin.
Obstetri adalah ilmu bedah kedokteran yang khusus mempelajari cara memperlakukan wanita dan bayi selama masa kehamilan, proses kelahiran dan puerperium (periode setelah kelahiran).
dr.Lia Kamelia menjelaskan tentang mengenali neonatus beresiko tentang deteksi dini kegawatan, pertolongan cepat dan menghindari kerusakan lebih lanjut tumbuh kembang tidak terganggu.
Kemudian materi untuk Bantuan Hidup Dasar diisi oleh Eka Yulia S.Kep., Mas.,M.Kep, mengenai usaha untuk mempertahankan kehidupan saat penderita mengalami keadaan yang mengancam nyawa.
Ketua panitia kegiatan Dr.Reza Pahlevi mengatakan, kegiatan seminar dan workshop ini merupakan kegiatan positif dalam meningkatkan kualitas pengetahuan tenaga medis di RS Mutiara Bunda.
“Harapannya peserta dapat terampil dalam tata laksana kegawat daruratan ibu hamil dan bersalin dan bantuan hidup dasar,” pungkasnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *