PRINGSEWU – Kepala Pekon Bulokarto Kecamatan Gadingrejo, Nurdin kiranya dapat membantu perbaikan jembatan gantung yang berada di Dusun 2 Bulusari Pekon Bulokarto yang merupakan jalan alternatif dan juga penghubung kearah pemakaman Pekon setempat menjadi permanen.
Demikian disampaikan Nurdin Di sela-sela Sosialisasi Perda No. 02 Tahun 2021 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak oleh Wakil Ketua II DPRD Provinsi Lampung Hj. Ririn Kuswantari,. S.Sos,. M.H. Rabu (11/5) di Balai Pekon Bulokarto.
Menurutnya, jembatan gantung ini merupakan jalan pintas untuk mempercepat jarak tempuh antara RT 8 yang terkenal dengan sebutan Bulusari Umbulan dengan RT lainnya. Selain itu juga dengan adanya pembangunan jembatan secara permanen maka banyak sekali manfaatnya bagi warga setempat.”Jika terealisasi jembatan gantung tersebut menjadi permanen, maka banyak sekali manfaatnya. Selain mempecepat jarak tempuh juga bisa dimanfaatkan oleh para petani setempat dalam mengusung hasil panennya lebih cepat dan mudah diangkutnya,” katanya.
Nurdin menjelaskan, bahwa pihak Pekon sudah beberapa kali diusulkan di Musrenbang dan Pemkab setempat namun hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, Pekon Bulokarto merupakan Pekon penyanggah Ibu Kota Pringsewu masa iya, sebagai penyanggah kabupaten pekonnya terkesan masih tertinggal jauh dengan Pekon lainnya.”Untuk itu, tekad saya demi kemajuan Pekon Bulokarto kedepan saya siap melakukan apa saja dengan harapkan dapat merealisasikan pembangunan jembatan tersebut. Dan apapun itu syaratnya Pekon siap untuk melakukannya sebagai aspirasi dari masyarakat. Salin itu juga Pekon mengusulkan pembangunan insfratruktur jalan dan drainase agar program tersebut bisa terealisasi semua,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Ririn langsung menjawab dan mengatakan, bahwa meski kegiatan ini bukanlah reses tapi pihaknya siap untuk mengawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat Pekon Bulokarto terkait pembangunan jembatan gantung menjadi permanen. Karena sebagai wakil rakyat saya siap untuk mengawal apa yang menjadi tanggung jawab saya sebagai wakilnya rakyat.”Saya minta kepala pekonnya untuk membuat proposal yang ditujukan kepada Bapak Gubernur Lampung, Cq. Kadis Bina Marga Provinsi Lampung dan saya siap untuk berkoordinasi dan mengawalnya. Dan terkait lokasinya nanti pas reses saja saya akan langsung liat lokasi dan kondisi jembatannya seperti apa. Kakonnya siapkan tempat dan tarup saja nanti saya akan turun lagi dalam rangka reses menyerap semua yang menjadi keluhan masyarakat Bulokarto,” katanya.
Ririn menjelaskan, semua itu bisa terealisi apabila anggaran untuk pembangunan jembatan dan jalan tersedia di tahun ini. Dan jika tidak tersedia di APBD murni bisa diajukan diperubahan. Dan diperubahan juga tidak ada maka bisa diajukan ditahun berikutnya.”Maka dari itu masyarakat tetap bersabar jika usulan dan aspirasinya belum terealisasi. Karena, semua itu pake proses dan prosedur tidak bisa hari ini diusulkan besok langsung dikerjakan. Tapi saya sebagai wakil rakyat siap untuk memperjuangkan semua yang menjadi harapan masyarakat,” tandasnya. (top)






