PRINGSEWU – Diduga karena adanya sindikat mafia pupuk di kecamatan Gadingrejo kabupaten Pringsewu, membuat para petani di kecamatan setempat menjadi was-was serta dihantui rasa takut untuk membeli pupuk bersubsidi tersebut.
Demikian disampaikan oleh salah seorang petani di kecamatan Gadingrejo yang namanya untuk dirahasiakan kepada media ini Kamis (9/6). Menurutnya, akibat adanya sindikat mafia pupuk di Gadingrejo yang berdampak terhadap petani. Sehingga para Patani kebingungan mau berbuat apa karena tidak tau apa permasalahannya tau-tau diperiksa oleh pihak penegak hukum.”Ini akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, akhirnya kita para petani terkena imbasnya. Kalau sudah begini apa yang mau kita lakukan serba salah dan takut kenapa-napa. Karena, mayoritas para petani kaum awam yang dengan keterbatasan sumber daya manusianya sehingga mudah untuk dimanfaatkan serta dibohongi oleh oknum tersebut untuk mencari keuntungan pribadi,” katanya.
Mengingat lanjut Dia, sekarang sudah memasuki musim tanam dan sudah pasti para petani akan membutuhkan pupuk. Dan kalau permasalahan ini belum rampung, maka para petani merasa bingung apakah sawahnya akan ditanami padi atau tidak. Mengingat pupuk menjadi bahan utama untuk kesuburan tanaman padi dan kalau terjadi permasalahan ini kita para petani tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”Saya berharap kasus ini segara rampung dan pihak penegak hukum bisa mengungkap siapa aktor utama dibalik semua ini. Supaya, para petani tidak dibuat resah dengan ulah oknum tersebut,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut anggota DPRD Pringsewu dari Fraksi PAN Safrudin S.Hi sangat prihatin dengan kasus tersebut. Seolah-olah, para petani dijadikan obyek oleh oknum tertentu guna mencari keuntungan pribadi semata. Dan ini tugas penagak hukum harus kerja keras supaya dapat mengungkap siapa dibalik ini semua.”Saya merasa kasian dengan para petani yang selalu saja menjadi bahan mencari keuntungan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.”Saya tahu tentang masalah ini, karena banyak para petani yang datang kerumah saya mengadukan masalah tersebut. Sampai-sampai ada juga yang tidak doyan makan dan tidak bisa tidur kerena masalah tersebut,” katanya.
Lebih lanjut Udin sapaan akrabnya mengharapkan, kepada penegak hukum untuk segera merampungkan kasus ini. Kemudian, apabila kasus sudah rampung supaya para petani diberikan pengarahan masukan agar tidak terulang lagi kasus-kasus serupa.”Saya hanya sebatas mewakili masyarakat khususnya para petani, untuk mengkoordinasikan masalah tersebut dengan pihak-pihak terkait supaya, para petani bisa tenang dan tidak dihantui terus oleh masalah tersebut,” ujarnya. (top)






