EDITORONLINE.ID, TULANGBAWANG – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kampung Pancamulia, Kecamatan Banjarbaru, Tulangbawang dinilai mubazir.
Pasalnya program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) itu dibangun di sawah tadah hujan dan kurang produktif.
Ketua LSM LPPD Kabupaten Tulangbawang, Aliyanto mengaku, dugaan itu muncul setelah pihaknya mengkroscek langsung lokasi pembuatan beton paping dan lokasi rehabilitasi irigasi.
“Lokasi pembangunannya itu hanya mengairi sekitar dua hektare lahan sawah. Makanya kami menduga program itu hanya jadi ajang pemborosan anggaran saja,” kata, Aliyanto, Rabu (13/22/2022).
“Padahal tujuan program itu untuk meningkatkan kinerja irigasi untuk kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, serta berkontribusi untuk ketahanan pangan. Tapi kalau sawah yang dialirkan hanya selebar itu apakah memberikan dampak signifikan untuk ketahan pangan,” imbuh dia.
Dari hasil kroscek itu, ia mendapati beton peping hanya memiliki ketebalan 5 CM. Kemudian lokasi rehabilitasi irigasi yang menelan anggaran seratusan juta itu, sebagian merupakan sawah milik orang tua Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Kampung Pancamulia, Andre.
“Jadi kami menduga ada manipulasi lokasi proyek tersebut, dugaan itu muncul setelah kami turun langsung melihat lokasi pembangunan program itu. Kemudian di lapangan juga tidak ada papan informasi terkait program itu,” tegas dia.
Yanto pun menduga ada keterlibatan Kepala Kampung Pancamulia, Suyitno dalam pembentukan P3A. Dugaan itu muncul setelah Ketua P3A mengaku dirinya ditunjuk kepala kampung.
“Kami menduga ketua P3A (Andre red) hanya sebagai wayang saja, tapi otaknya ada di kepala kampung. Padahal kan P3A dibentuk dari, oleh, dan untuk petani pemakai air secara demokratis, yang pengurus dan anggotanya terdiri dari unsur petani pemakai air,” terang dia.
Ia berencana membawa temuannya ke pihak berwajib agar dapat melakukan pengawasan terhadap program tersebut.
“Dalam waktu dekat kami akan melaporkan temuan ini ke Kejaksaan Negeri Tulangbawang, agar aparat hukum bisa turut serta melakukan pengawasan sehingga program tersebut dapat berjalan sesuai harapan,” ungkap dia.
Ketua P3A Kampung Pancamulia, Andre mengakui dirinya ditunjuk Kepala Kapala Pancamulia, Suyitno.
“Pak lur (kepala kampung red) yang nunjuk,” kata dia singkat. (tri)






