PRINGSEWU – Pergi berpamitan dengan ibunya untuk mencari belut di sawah, dua bocah di dusun Buluwangi Pekon Bulurejo kecamatan Gadingrejo kabupaten Pringsewu, meninggal dunia karena tenggelam dialiran sungai Pekon Klaten Rabu siang (29/6) sekira Pukul 15.00 Wib.
Menurut Kapolsek Gadingrejo Iptu. Anwar Mayer Siregar mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari orang tua korban bahwa benar korban sebelum ditemukan tewas dialiran sungai tersebut, korba meminta izin untuk mencari belut di sawah.” Diduga kedua korban tenggelam akibat karena tidak mahir berenang akhirnya korban meninggal dunia,” katanya.
Anwar mengatakan, karena merasa was-was kedua korban sekira pukul 12 siang belum pulang kerumah, maka ibu korban menyuruh suaminya selaku bapak korban, Eko Wahyudi untuk mencari keberadaan korban. Dan sekira pukul 15.00 Wib, Eko Wahyudi dibantu dengan beberapa warga setempat ikut mencari keberadaan korban diseputaran aliran sungai Klaten. Dan alangkah terkejutnya, Eko menemukan dua pasang sandal jepit di bahu sungai. Karena bapak korban mengenali bahwa salah satu pasang sandal jepit tersebut adalah milik anaknya Abdul Halim (10).”Karena curiga anaknya tenggelam, lantas bapak korban dibantu warga setempat langsung menyelam kedasar sungai yang memiliki kedalaman sekitar 1 meter untuk mencari korban. Dan tidak butuh waktu lama, korban ditemukan dalam posisi tenggelam didasar sungai, kemudian langsung dievakuasi kepinggiran sungai,” ujarnya, Kamis (30/6)
Mengetahui salah satu korban berhasil ditemukan lanjut Kapolsek, beberapa saksi lainya kembali berupaya melakukan pencarian satu korban lain yakni Desta Valechia (7). Tidak lama berselang, korban kedua ditemukan tersangkut di bebatuan masih dialiran sungai Pekon Klaten yang berjarak 50 meter dari lokasi penemuan korban Abdul Halib.
Setelah kedua korban ditemukan, lalu jasad keduanya langsung dievakuasi kekediaman masing-masing dan kemudian langsung dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Wates.” Dan dari jasad kedua korban petugas tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan dan kuat dugaan penyebab meninggalnya korban murni karena tenggelam. Dan hal itu dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi yang telah dimintai keterangan pihak kepolisian, bahwa kedua korban diketahui memang tidak mahir berenang,” jelasnya.
Lebih lanjut Kapolsek mengimbau, kepada masyarakat Pringsewu, khususnya yang memiliki anak-anak, untuk tidak begitu saja melepaskan anaknya kalau ingin berpergian kesuatu tempat. Paling tidak kita sebagai orang tua harus ketat dalam pengawasannya. Selain itu juga, meminta kepada pihak-pihak terkait untuk memasang plang peringatan di sepanjang aliran sungai.”Kami ingatkan kepada seluruh orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya terutama yang berada disekitar aliran sungai. Kami juga berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali dan sebagai pembelajaran buat kita semua untuk bisa menjaga anak-anaknya,” pungkasnya. (top)






