EDITORONLINE.ID, TULANGBAWANG – Pengadaan kambing Kampung Sukarame, Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulangbawang dari Dana Desa tahun 2022 terindikasi terjadi Mark Up.
Anggaran pengadaan kambing senilai Rp.105 juta untuk 64 ekor itu terindikasi terjadi unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Kambing yang diadakan tidak sesuai dengan budget anggaran dengan harga satuan Rp.1.640.000.
Salah satu ketua RT pada RK 02, yang juga penerima bantuan kambing Sumanto, mengatakan, kambing yang diterimanya itu kisaran harga Rp.700 ribu sampai Rp.900 ribu.
“Kambing memang kecil-kecil disebut cempe. Pertama datang masih kurus. Ini sudah lumayan gemuk. Kambingnya datang tanggal 16 Agustus 2022. Saya ambil tanggal 17,” katanya.
Ia mengatakan, kambing itu didistribusikan pada RK 2 sebanyak 16 ekor pada 5 penerima. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui berapa anggaran pengadaan kambing tersebut.
“Aku terima 5 ekor. Sistemnya seperti apa kami belum tau karena belum musyawarah. Apakah nanti sistem bergulir atau bagaimana saya belum tau,” ulasnya.
Sedangkan untuk RK 1, salah satu penerimanya bantuan kambing itu yakni wakil Ketua BPK kampung setempat Jiono.
“Anak kambing mas (Cempe). Itu ada di kandang. Itu sudah agak gemuk. Saat datang pada tgl 16 Agustus, kambingnya kecil dan kurus,” kata Istri Jiono.
Selain itu, kambing yang diadakan melalui Dana Desa Kampung Sukarame itu terdapat beberapa yang mati.
“Mungkin anak kambing terlalu kecil masih butuh Asi dari induknya. Sehingga saat dipisahkan dari induknya karena tidak dapat Asi sehingga mati,” ucap salah satu warga setempat.
Masyarakat setempat juga mengeluhkan pendistribusian kambing yang diadakan melalui Dana Desa Kampung Sukarame tahun 2022 itu.
“Yang dapat itu aparatur kampung dan orang-orang dekat Pak Kepala Kampung. Tidak ada musyawarah terkait pembagian kambing itu,” beber warga.
Kepala Kampung Sukarame, Sujito, hingga berita ini diterbitkan belum dapat dikonfirmasi terkait permasalahan ini.
Kaur Keuangan Kampung Sukarame Siswadi, saat dihubungi mengatakan bahwa Kepala Kampung sedang berada di Bandar Lampung dan tidak bisa dihubungi. (tri)






