Daerah  

PEMKAB PRINGSEWU APRESIASI TIM KOTAKU, DALAM MENGGULIRKAN BANTUAN UNTUK KEPENTINGAN MASYARAKAT

PRINGSEWU – Pemkab Pringsewu menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak tim Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang telah menggulirkan program tersebut yang bermuara pada kepentingan masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Asisten Bidang Ekobang Sekab Pringsewu, Drs. Masyukur Hasan M.M., saat membuka Pelatihan Penguatan Komite dan Pengelolaan Business Development Center (BDC) di Hotel Urban Pringsewu, Senin (19/9). Menurutnya, tidak mudah mendapatkan program Kotaku. Hanya 15 kabupaten/kota yang terpilih secara nasional. Dan salah satunya, Kabupaten Pringsewu.”Kegiatan yang digelar oleh pihak Kotaku Kabupaten Pringsewu berlangsung selama empat hari ini, antara 19 – 22 September 2022, yang diikut oleh perwakilan OPD, KSM dan pihak terkait untuk dapat mengikutinya sebaik mungkin guna tercapainya program tersebut,” katanya.

Masyukur menjelaskan, bahwa program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kabupaten Pringsewu sudah berjalan empat tahun. Dan telah membangun empat gedung infrastruktur pendukung livelihood (penghidupan) dan lima unit tempat pengelolaan sampah. Maka dari itu, meminta kepada komite dan pengelola BDC untuk menggerakan kembali roda organisasinya dengan memfasilitasi pemberdayaan kelompok swadaya masyarakat (KSM) di Pringsewu.”Dalam implementasi program, diharapkan berpedoman kepada platformnya. Serta memberikan layanan terbaik kepada KSM dan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, manajemen usaha, akses keuangan maupun akses terhadap pasar lokal, regional hingga nasional,” ujarnya.

Sementara Sumardiono perwakilan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung menuturkan, program Kotaku yang sudah terealisasi berupa empat infrastruktur pendukung livelihood yakni rumah produksi olahan makanan di Kelurahan Pringsewu Timur, yang diberi nama Oemah Sewu. Kemudian Gedung Mahan Tapis di Pekon Margakaya, Rumah Produksi Sewu Perca di Pekon Rejosari Pringsewu dan rumah produksi Hidroponik Hidroagung di Pekon Jatiagung, Kecamatan Ambarawa.

Sedang program lainnya lanjut Sumardiono, lima unit tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang bisa dimanfaatkan BDC Pringsewu menggarap bisnis persampahan bekerjasama dengan pengelola TPS3R dan dinas terkait.”Denga  keberhasilan program tersebut merupakan kerja sama pemerintah daerah setempat dan BDC. Tujuannya, mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Sementara Panitia pelaksana kegaitan, Kristin Rahayu mengatakan, pelatihan penguatan Komite dan Pengelolaan BDC tersebut menggunakan sistem sehari kepada 16 peserta mendapatkan materi dan tiga hari praktek.”Dengan materi berfokus pada pelatihan peningkatan ketrampilan administrasi lembaga. Sedang materi praktek berfokus pada praktek penyusunan pembukuan lembaga, pembuatan rencana usaha/busines plan dan tata cara kunjungan lapangan,” katanya.

Hadir dalam pelatihan tersebut, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Masyukur M.M., Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Rini Andalusia, Sulistioningsih Sekretaris Dinas Koperindag, Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Pringsewu Handri Yusuf, Sekretaris PUPR Ahmad Syaifudin, Kepala BPPW Provinsi Lampung Maria Doeni Isa S.T., M.M Kepala Bappeda Pringsewu yang mewakili para pengurus BDC dan peserta dari Kelompok Swadaya Masyarakat. (top)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *