Metro – Walikota Metro beserta Gubernur Lampung yang di wakili Asisten Bidang Kesra Propinsi Lampung melaunching Mall Pelanyanan Publik (MPP) di gedung Sesat Agung Sai Wawai Kota Metro dengan di hadiri Wakil Bupati Lampung Tengah dan jajaran Forkopimda, Kejari, Polri, TNI, kepala OPD SKPD, Pimpinan Bank serta Camat dan Lurah se-Kota Metro. Senin (28/11/2022).
Dengan launching Mall Pelayanan Publik (MPP) masyarakat dan pelaku usaha dapat mengurus semua jenis pelayanan, pengaduan serta konsultasi terkait investasi.
Dalam sambutannya Walikota Metro Wahdi Siradjuddin menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Metro, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas diselenggarakan soft launching MPP Kota Metro tahun 2022, dan kami juga memberikan penghargaan kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam upaya pembangunan bidang teknologi serta pembangunan untuk masyarakat di bumi sai Wawai yang kita cintai ini.
Wahdi menambah seperti yang sudah tercantum dalam undang-undang no 25 tahun 2009 dan undang-undang no 23 tahun 2014 tentang pelayanan publik bahwa kita sebagai bernegara di wajibkan melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak serta kebutuhan dasar untuk memenuhi dalam kerangka pelanyanan publik, karena itu serta me amanahkan pemerintahan daerah bahwa fungsi yang wajib dilaksanakan adalah penyelenggaraan pelayanan publik seperti pelanyanan publik yang terjangkau, cepat, mudah, aman dan nyaman karena itu merupakan amanah UUD 1945, tidak lepas dari amanah tersebut kita juga harus adaptif terhadap teknologi karena dengan begitu masyarakat dapat mengakses dengan sebaik-baiknya.
Program MPP ini juga, ujarnya, merupakan program kota metro di 9 program RPJMD tahun 2021 yaitu mall pelayanan publik , maka Alhamdulillah kita telah dapat melaksanakan ini, karena MPP sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan kepercapayan reformasi birokrasi yaitu kualitas pelayanan publik.sebagai mana juga ini tercantum dalam peraturan presiden No. 89 tahun 2021 bahwa pembentukan pekerjaan untuk mendapatkan kemudahan, kecepatan, keamanan dan kenyamanan pada masyarakat .
Namun juga katanya, mall pelayanan publik ini juga merupakan upaya kita memanfaatkan, mengefesiensikan, gedung sesat ini, maka MPP ini memiliki fasilitas selain dalam perijinan juga dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi tentang pembangunan di Kota Metro dan pembangunan di provinsi Lampung, dalam kerangka 15 kabupaten/kota ini untuk membangun Lampung Berjaya.
Pelayanan MPP ini juga merupakan penyelenggaraan institusi pelayanan terpadu dengan satu pintu yang mengurus perizinan serta non perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan daerah, dengan semua di kerajaan di satu tempat fasilitas publik.
Walikota juga menambahkan bahwa hari meloncing mal pelanyanan publik yang jumlahnya sekitar 246 pusat pelayanan publik di antara nya ada 9 yang dari luar OPD yaitu unsur vertikal, BUMN, BUMD dan dari Swasta.
Menyinggung masalah agar terjaganya dari pungli beliau menyampaikan pesan yang terdapat di dalam Alquran yang artinya “kalau mau mencapai suatu negara yang baik, tatanan yang baik maka manusia nya yang harus baik dan di perbaiki serta selalu bersyukur,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), Deny Sanjaya menyampaikan pesan kepada pelaku usaha dan masyarakat bahwa semua jenis pelayanan, pengaduan serta konsultasi terkait investasi silahkan datang ke mal pelanyanan publik di gedung sesat agung sai Wawai Kota Metro.
“Terkait pungli, juga menambahkan nanti ada kerjasama dengan perbankan, jadi pembiayaan kontribusi akan melalui non tunai dan akan online,” pungkasnya (As)






