Metro – SMA Yos Sudarso Kota Metro masih belum terpenuhi target penerimaan murid, maka masih diberikan kesempatan bagi yang ingin mendaftar. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah Romo Albertus Joni SCJ saat peresmian gedung sekolah baru yang diresmikan oleh Walikota Metro.
Saat meresmikan gedung sekolah SMP/SMA Yos Sudarso, Walikota Metro Wahdi Siradjuddin mengatakan pada wartawan Koran Editor, harapan dengan peresmian gedung sekolah tersebut merupakan salah satu jalan menyiapkan Generasi Emas Metro Cemerlang untuk membangun bangsa dan negara.
“Kita hari ini bersama-sama dalam peresmian sekolah SMP dan SMA Yos Sudarso di bawah pendidikan Kristen, harapan saya tentu ini adalah bukti bagaimana kita membangun Kota Metro dan menyiapkan generasi kedepan yaitu Generasi Emas Metro Cemerlang serta membangun bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SMA Yos Sudarso, Romo Albertus Joni SCJ mengatakan semoga gedung ini bisa menjadi sarana pendidikan Kota Metro dan lebih luas lagi untuk Lampung dan Nusantara. Jadi siswanya tersebar dari berbagai macam provinsi tidak hanya dari Metro saja.
“Disini pendidikan karakter merupakan bidang unggulan yang meliputi karakter tangguh, kerja keras dan kedisiplinan. Pendidikan ini penting karena di jaman yang semakin mendekati pasar bebas Asia 2024 yang kita akan berhadapan langsung dengan tenaga kerja dari Asia Tenggara, sehingga kalau tidak menanamkan pendidikan karakter agak sulit rasanya menemukan generasi yang berkualitas, tangguh, hebat dan berani bersaing dengan mereka,” ucapnya.
“Di 27 guru dengan 12 standing untuk SMA, ada 352 siswa SMA Yos Sudarso sudah menerapkan dari tahun ajaran ini Kurikulum Merdeka, bahkan kami mengambil level yang tertinggi yakni Kurikulum Mandiri Berbagi, yang mana di provinsi Lampung hanya ada tiga sekolah salah satunya SMA Yos Sudarso ini,” paparnya.
“Kurikulum Mandiri Berbagi mengandaikan kita sudah pada tahap dimana guru membuat modul ajar sendiri, membuat diagnosa terhadap kemampuan siswa, jadi kita tidak lagi perlu membeli buku cetak, karena buku itu cuma dipergunakan untuk panduan, guru kita juga di bimbing oleh universitas melalui program pengabdian masyarakat yang di miliki oleh dosen untuk mensupervisi bahan ajar kita. Dan dari tahun lalu kita juga membuat komunitas yang tugasnya kita berbagi kepada sekolah lain,” jelas Romo Albertus.
“Kita juga menekan guru untuk lebih berperan aktif, menaikkan mutu pendidik, kemudian bagaimana menyampaikan bahan ajar dengan relevan dengan kondisi jaman yang sudah teknokratik dan digital. Tapi itu hanya satu instrumen, yang lain ada tagline mengajar dengan hati yaitu mengajarkan orang untuk punya hati sehingga anak-anak kita tetap punya empati terhadap yang lain,” tuturnya.
Selanjutnya, Romo Albertus juga menuturkan bahwa SMA Yos Sudarso menerima semua agama dan fasilitas pelajaran agama disesuaikan dengan kepercayaan masing-masing.
“Kita punya target penerimaan murid di tahun ajaran 2023-2024 ini 288 siswa untuk 8 kelas. Dan sampai saat ini quota kita baru terpenuhi 140 siswa. Oleh karena itu, kita masih memberikan kesempatan bagi siswa yang ingin mendaftar,” Tandasnya. (Bams)






