Dampak Banyak Event Di Pendopo, Para Pedagang Kaki Lima Merugi

Pringsewu, Koraneditor.id – Banyaknya event-event tertentu yang sering diadakan di halaman Pendopo Pringsewu, membuat para pedagang kaki lima yang berjualan dilingkungan sekitar harus menerima kerugian dampak adanya event tersebut.

Demikian disampaikan oleh salah satu pedagang setempat Bunga, yang namanya minta disamarkan menyesalkan dengan adanya kegiatan tersebut. Dan itu hampir tiap bulan ada saja kegiatan yang dilakukan oleh pengelola kegiatan (Event Organizer) dari produk-produk apa saja.”Belum lagi, saat ada momentum resmi seperti pada acara pergantian tahun baru kami harus minggir dan diminta untuk tidak berjualan dan ini mempengaruhi penghasilan kami yang turun menjadi drastis,” katanya, Senin (6/2/2023).

Menurutnya, kalau kegiatan diadakan dalam setahun 2 atau 3 kali kamipun memaklumi. Dan kegiatan tersebut pasti resmi dan kamipun pasti mendapatkan arahan untuk tidak berjualan terlebih dahulu karena adanya kegiatan tertentu baik dari pemerintah maupun swasta.”Kami juga tahu setiap ada event di Pendopo rata-rata kesemuanya pasti resmi. Tapi, paling tidak jangan tiap bulan bentar-bentar ada event dan kami harus libur lagi untuk jualan dan sudah pasti kami tidak ada pemasukan serta merugi ya kan,” ujarnya.

Keluhan para pedagang kali lima ini juga ditanggapi oleh Aktivis Aliansi Masyarakat Pringsewu Suyudi, yang menurutnya sangat prihatin atas keberadaan para pedagang kaki lima tersebut. Yang seharusnya bisa mendapatkan penghasilan lebih bila ada momen tertu, ini sebaliknya mereka malah diliburkan untuk tidak berjualan karena adanya event tersebut. Tapi apabila terus-terusan seperti ini, sama saja dengan pembunuhan ekonomi rakyat kecil.”Ya mbok kepintarannya jangan buat diri sendiri dan mencari kekayaan relasi dengan perusahaan dan akhirnya menindas yang kecil. Coba kalau mau ngemas event ya mbok yang kecil diikut serta supaya sama-sama dapat hasilnya,” ujarnya.

Jika sudah begini lanjut Yudi, untuk siapa Pringsewu diramaikan bila hanya akan membuat air mata baru rakyat kecil bercucuran akibat ulah para penyelenggara. Kemana hati nurani mereka selama ini yang seenaknya saja mengadakan event-event tanpa memberdayakan rakyat kecilnya.“Ibaratanya para penyelenggara hanya bisa menari di atas air mata, fakta sosial ekonomi yg terjadi dan ini urusan kepekaan kemanusiaan dan harusnya mereka pada Mikiiiiiiiir….!!!”” pungkasnya. (top)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *