Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Inklusi Keuangan Desa dan Desa Menabung

Koraneditor.id, Pringsewu – Pemkab Pringsewu bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Lampung dan Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, menggelar sosialisasi edukasi inklusi esa inklusi keuangan desa dan desa menabung tahun anggaran 2023.

Acara yang digelar di Aula Balai Pertemuan Hotel Regency Gadingrejo Rabu (17/5/2023), dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang mewakili, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Lampung yang mewakili, Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pringsewu, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Pringsewu, Para Camat Se-Kabupaten Pringsewu, Pengelola Bank Sampah Kecamatan Gadingrejo dan Kecamatan Pringsewu, Kepala Pekon Gadingrejo, Pujodadi, Sidoharjo, Waluyojati, Podosari, Rejosari, Wonosari, Sukoharjo I, Sukoharjo II, Sukoharjo III, Pagelaran, dan Lugusari.

Dalam sambutan Sekretaris Daerah Pringsewu Drs. Heri Iswahyudi mengatakan, melalui sosialisasi dan edukasi keuangan ini dapat terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat Pringsewu, yang kali ini menyasar kepada para Kepala Desa sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi kepada para warganya.”Hal ini sebagai upaya mendukung perkembangan ekonomi di Kabupaten Pringsewu dengan beberapa faktor yang menunjang keberhasilan tersebut antara lain komoditi unggulan, sektor prioritas, potensi demografi wilayah dan potensi koperasi, UMKM, BUMdes, Laku Pandai dan BUMD,” katanya.

Maka dari itu, lanjut Heri, dibutuhkan kerjasama dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah, OJK, BPD dan Instansi jasa keuangan lainnya untuk mewujudkan hal tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan upaya edukasi di bidang keuangan yang merupakan strategi untuk meningkatkan kredibilitas dalam mengelola keuangan yang di mulai dengan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai produk dan jasa keuangan yang dapat diberdayagunakan bagi upaya bersama meningkatkan taraf hidupnya.”Untuk itu saya berpesan kepada peserta, agar kiranya kegiatan hari ini dapat diikuti dengan penuh rasa tanggung jawab, jangan sungkan bertanya untuk mengajukan pendapat tentang kondisi di Pekon-Pekon saudara. Apalagi mengingat Pekon saudara-saudara akan dijadikan pilot project pelaksanaan program ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *