Koraneditor.id, Pringsewu – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pringsewu, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis/Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko bagi para pelaku usaha.
Acara yang digelar di Aula Hotel Urban Pringsewu Lampung Rabu (5/7/2023) dihadiri oleh 100 pelaku usaha dari berbagai kalangan, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi seperti, Akhmad Fadoli Kepala Bapeda Pringsewu, Dina Santika Kordinator pelayanan perizinan berusaha, Desi Sefriyani dari BPJS Kesehatan Pringsewu, Median Hasiholan Rumahorboni SH.,MH., dari Kejari Pringsewu.
Dalam arahannya Pj. Bupati Pringsewu Adi Erlansyah yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Masykur Hasan saat membuka acara tersebut menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada para pelaku usaha terhadap kewajiban dan ketentuan pelaksanaan penanaman modal.”Termasuk di antaranya untuk mendapatkan kemudahan perizinan berusaha demi meningkatkan realisasi investasi di wilayah Kabupaten Pringsewu untuk peningkatan penanaman modal yang berkualitas dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan adanya bintek dan sosialisasi ini, lanjut Masykur, dalam rangka mendukung upaya pemerintah melakukan percepatan dan peningkatan penanaman modal. Atas kebijakan tersebut, pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui DPMPTSP terus berupaya meningkatkan kemitraan, meningkatkan daya saing, menciptakan persaingan usaha yang sehat, mandiri dan menyebarkan informasi seluas-luasnya dalam penyelenggaraan penanaman modal untuk pengembangan sektor usaha penanaman modal yang dilakukan melalui kegiatan pembinaan penanaman modal.”Sejalan dengan arah kebijakan nasional, peningkatan inovasi dan kualitas penanaman modal merupakan modal utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan dan mensejahterakan secara adil dan merata,” ujarnya.
Selain itu juga, Masykur berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat mengoptimalkan pencapaian target realisasi penanaman modal dalam kerangka pencapaian pertumbuhan ekonomi agar meningkat setiap tahun nya. Dan kebijakan tersebut perlu dilakukan secara inovatif, baik pada tataran perencanaan, peningkatan iklim, kerjasama dan promosi.” Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kepada pelaku usaha dapat bekerjasama dan mendukung prioritas program nasional dalam hal perbaikan kemudahan berusaha yang berawal dari tersebarnya regulasi dan kebijakan pemerintah dibidang penanaman modal guna membantu menggerakkan ekonomi dan pembangunan di Bumi “Jejama Secancanan BERSAHAJA,” pungkasnya.






