Mesuji-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) kabupaten Mesuji mendatangi lokasi pengepulan stok pupuk milik perusahaan PT.Bumi Mekar Hijau(BMH),Kabupaten Ogen Komering Ilir, di Desa Tanjung Mas Rejo,Kecamatan Mesuji timur, yang mengunakan tanggul Primer sebagai tempat penumpukan pupuk.
Akibat aktifitas perusahaan yang beroprasi di Kabupaten Ogan Komirin Ilir,Sumatra Selatan ini dapat memicu penggerusan tanggul kanal(Abrasi-red) karena pengunaan angkutan air jenis otok (perahu ukuran sedang dengen mesin pengerak-red) oleh perusahaan, dan berdampak pada kerusakan badan jalan yang dilalui armadi perusahaan sebagi alat transpotasi darat pengangkut pupuk milik perusahaan tersebut.
Menyikapi hal ini Anggota Komisi III DPRD mesuji Mardinata mengaku sudah melakukan penijauan langsung kelokasi,”kita sudah turun ke lokasi, memang aktifitas perusahaan yang bukan berusahan di kabupaten mesuji ini sangat merugikan, selain tidak mendapatkan hasil dari kegiatan tersebut, juga mengancam terjadinya Abrasi,”terang Politisi Partai Amanat Nasional(PAN) ini.
Padahal lanjut Mardinata, Dalam sehari perusahaan melakukan kegiatan bongkar muat pupuk di tanggul primer tersebut mencapai puluhan ton dalam setiap harinya dengan mengunkaan kapal pengangkut lewat jalur air.,”jika ini diteruskan kejadian seperti kecamatan Rawa Jitu Utara dapat terulang,dan kami tidak ingin ini terjadi,”sesalnya.
Untuk itu lanjut Mardinata,pihaknya dalam waktu dekat segera berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD mesuji untuk memanggil semua pihak,termasuk pihak perusahaan, hingga pihak Desa,”kita akan panggil dalam waktu dekat,”tegasnya.
Tampak hadir dalam Kunjungan Tersebut ketua Komisi III DPRD mesuji Yuliani Safitri,Anggota DPRD mesuji Nuryadi Hartopo,Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mesuji dan Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan umum Kabupaten Mesuji.(apr)






