Daerah  

Warga Jalan 5 Menggala Keluhkan Armada Sampah Angkut Sepuluh Hari Sekali 

KORANEDITOR.CO, TULANGBAWANG – Masyarakat sepanjang jalan 5 Ujung Gunung, Lingai, Lebuh Dalem dan Kibang, Menggala, mengeluhkan telatnya pengangkutan sampah okeh Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tulangbawang.
Solda, warga setempat mengeluhkan armada pengangkut sampah DLHD Tulangbawang yang melakukan pengangkutan sampah dalam kurun waktu 10 hari sekali.
“Ini tentu menjadi keluhan masyarakat. Karena dalam waktu 10 hari sampah pasti sudah menumpuk dan menyebabkan aroma tidak sedap,” terangnya, Selasa (19/03/2024).
Hal yang sama juga dikatakan oleh Eka Purwanti, dengan jangka waktu 10 hari armada pengangkut sampah ini melakukan pengangkutan sehingga menyebabkan sampah rumah tangga menumpuk dan menggunung.
“Hal ini tentu menimbulkan aroma busuk dan mengundang lalat. Kami berharap agar DLHD dapat mengevaluasi hal ini,” jelasnya.
Direktur Cabang Lembaga Sentral Investigasi Korupsi Akuntabilitas dan Hak Asasi Manusia (SIKK-HAM) Kabupaten Tulangbawang, Junaidi Arsyad, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, melalui DLHD setempat dapat tanggap dalam pengelolaan sampah tersebut.
“Kami sudah menanyakan kepada pihak DLHD terkait jadwal pengangkutan sampah 10 hari sekali ini, alasanya karena kurangnya armada pengangkut sampah,” terang Junaidi.
Menurut Junaidi, permasalah sampah ini menjadi permasalahan krusial yang mesti mendapat tanggapan yang serius dari pemerintah Kabupaten Tulangbawang.
“Jangan sampai anggaran untuk pengadaan sampah tidak dapat dilakukan tapi pengadaan untuk membeli mobil Camry Penjabat Bupati bisa dilakukan,” bebernya.
Kepala DLHD Kabupaten Tulangbawang, Yen Dahren, saat dikonfirmasi mengatakan, jika pengangkutan sampah dilaksanakan seminggu sekali.
“Sudah saya cek pengangkutan sampah dilakukan dalam seminggu sekali oleh petugas bukan 10 hari sekali,” katanya singkat.
Saat ditanya terkait apakah terjadi kekurangan armada pengakut sampah, Yen Dahren masih belum berkomentar.
“Karena volume sampah saat ini mengalami peningkatan akibatnya terjadi penumpukan,  lebih-lebih di bulan ramadhan. Ke depan akan kita tinjau lagi jadwal pengangkutan agar lebih efisien dan efektif,” pungkasnya.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *