Mesuji-Bermodal usaha pengilingan padi warisan oramg tua Asep(37) warga Desa Telogo Rejo,Kecamatan Rawa Jitu Utara,terus berusaha bertahan ditengah masifnya perburuan tengkulak yang menyapu habis hasil padi yang di hasilkan oleh petani Kecamatan paling Utara Kabupaten Mesuji saat musim panen.
Biasanya padi dari Kecamatan Rawajitu Utara ini oleh tengkulak dan toke Gabah(Padi kering-red) ini akan dibawa ke Daerah Kota Metro atau Kabupaten Pringsewu bahkan belakangan padi asal Rawa Jitu Utara ini juga dikirim oleh tengkulak hingga Kota Medan,Sumatra Utara.
Meski begitu Asep terus tidak gentar untuk terus berusaha menghidupkan usaha warisan orang tuanya itu,bahkan saat ini Asep mengaku sedang membangun usaha baru sebagai upaya pengembagan usahanya.
“kalau dulu bapak hanya melayani pengilingan padi saja untuk warga sekitar Desa Telogo Rejo, ini saya coba usaha packing Beras juga, yang berasnya berasal dari hasil gabah Masyarakat Kecamatan Rawa Jitu Utara,’ujarnya kepada wartawan belum lama ini.
Hal ini lanjut Asep, selain upaya pengembangan Usaha, juga sebagai cara memperkenalkan Beras asli Kecamatan Rawa Jitu Utara di pasaran, yang sebenarnya juga tidak berbeda jauh kwalitasnya dengan beras yang di kemas dari luar daerah.,”atau beras kemasan dari luar daerah itu jangan-jangan beras dari Rawa Jitu Utara ya mas, cuma di kemas dan di mereki luar daerah,”gurau Asep.
Untuk pemasaran lanjut Asep lagi,karena keterbatasan angkutan dan waktu saat ini beras kemasan yang di produksinya hanya mampu dipasarkan di pasar-pasar Central dan Tradisional di wilayah Kecamatan Rawa jitu Utara,”ya paling jauh pasar Unit Dua,Banjar Agung, ini pun dengan cara tinggal barang dulu, setelah laku baru dibayar,”aku nya.
Saat ini lanjut Asep pihaknya baru mampu melayani pasar untuk penjualan beras kemasan usahanya ini kurang dari 10 ton perminggu,”kalau permintaan sebenarnya tinggi, hanya saja keterbatasan angkutan dan modal, karena modal usahakan harus berputar mas, sedangkan perputaranya setelah kita titipkan di tempat penjualan itu terkadang sampai harus Tiga hari,dan itu belum tentu terjual semua, karena kemungkinan barang rusak dan di kembalikan,”papar juragan beras ini.
Untuk itu pihaknya berharap ada pendampingan dan pembinaan dari pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji kedepan sehingga dengan begitu akan muncul pengusaha beras baru di Kecamatan Rawa Jitu Utara.
Dengan begitu harap Asep,saat memasuki musim kemarau Ketahan Pangan Kabupaten Mesuji menjadi baik,”kan jadi aneh mas, saat musim padi hasil padinya melipah, tapi saat mesim kemarau beras kabupaten Mesuji hilang, lalu padi Kabupaten Mesuji ini kemana untuk cari beras saja harus nunggu oprasi pasar,”seloroh Asep.(apr)






