Mesuji-Melimpahnya produksi gabah yang dihasilkan dari sektor pertanian khususnya ditiga Kecamatan di Kabupaten Mesuji yang belum terkelola dengan baik, sepertinya menjadi perhatian Penjabat Bupati Mesuji Febrizal Levi Sukmana.
Menurutnya, jika gabah yang di hasilkan oleh petani ditiga kecamatan yakn kecamatan Mesuji,Mesuji Timur dan Rawajitu Utara tersebut di kelola dengan baik, maka kedepan tidak terjadi lagi masyarakat Kabupaten mesuji kesulitan mendapatkan beras saat berahirnya musim panen.
“kan aneh, Mesuji penghasil gabah, namun saat berahir musim.panen, beras sulit di dapat, bahakan masyarakat harus mengunggu oprasi pasar murah untuk dapat membeli beras, dan kedepan hal ini tidak boleh lagi terhajadi,”ucap Penjabat Bupati Mesuji kepada wartawan di rumah dinasnya belum lama ini.
Untuk itu kedepan Lanjut Levi, pihaknya akan mencoba melakukan pengelolaan potensi gabah Kabupaten Mesuji melalui model Hilirisasi seperti yang di Kampanyakan pemerintah pusat,yaitu
<span;><span;>tahap pengolahan produk dari bahan mentah menjadi barang yang memiliki nilai lebih tinggi dan siap dijual kepada konsumen akhir.
“kita sudah coba komunikasi dengan pihak pengelola Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) Provinsi Lampung Wahana Raharja, sebagai rekanan yang nanti akan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa Bersama(Bumdes-ma) yang ada dikabupaten Mesuji,”terangnya.
Dengan begitu, lanjut Penjanat Bupati Mesuji ini diharapkan Kabupaten Bumi Ragab Begawe Caram tidak lagi menjadk penghasil gabah namun mampu memproduksi beras yang di hasilkan dari sawah sendiri dan menjadi pemasok beras di pasaran secara luas.(Apr)






