Lampung Barat, Koraneditor.co
Pekerjaan Pembangunan Gedung Perpustakaan milik Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tahun 2024 diduga syarat dengan kecurangan dan penyimpangan. Pasalnya dalam pelaksanaan pekerjaan untuk pengecoran beton menggunakan material batu split yang tidak sama dari segi ukuran dan kualitas.
Hasil investigasi wartawan di lapangan, pada Hari Rabu (21/8), dilokasi pembangunan ditemukan sejumlah material yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Dimana ada tiga jenis batu split yang digunakan pihak kontraktor untuk material pengecoran. Ketiga jenis batu tersebut memiliki ukuran dan kualitas yang sangat berbeda.
Satu tumpukan split berukuran lumayan besar, berkisar 3 sampai 4 kali lipat dari ukuran biasanya. Pada tumpukan yang lain terlihat sangat kotor bercampur tanah dan memiliki ukuran yang tidak beraturan, satu bagian lagi terlihat tumpukan batu split dengan ukuran dan kualitas yang baik.
Tak hanya tentang batu split yang terlihat janggal, di tempat yang sama juga ada beberapa kubik batu besar (batu kali), diduga sisa dari material pondasi. Namun batu-batu tersebut bentuknya bulat dengan permukaan yang halus, tentu saja tidak boleh dipakai untuk pembuatan pondasi karena tidak memiliki daya ikat yang kuat, dan tidak memilik sisi sesuai spesifikasi.

Ketika kejanggalan tersebut di konfirmasi ke Konsultan Pengawas pekerjaan, Imelda, pihaknya tak menampik tumpukan material berupa split yang berukuran tak beraturan dan ada lumpur serta telah ditakar itu.
“Iya bang,” ujarnya.
Namun, Ilmeda enggan berkomentar lebih jauh, hanya mengucapkan terimakasih atas informasi yang ada.
Imelda mengatakan akan berkoordinasi ke pihak Dinas dan Kontraktor.
“Terimakasih koordinasinya. Saya ijin koordinasi terlebih dahulu ke pihak kontraktor dan dinas,” ucapnya.
Untuk diketahui, Pembangunan gedung perpustakaan tersebut menelan anggaran hingga 9 milyar lebih, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024. Proyek pembangunananya sendiri dikerjakan oleh CV.Putra Sarana Konstruksi.
Namun dalam pelaksanaan pekerjaan, Konsultan Pengawas diduga lalai, sehingga penggunaan material asalan lepas dari pantauan. Hal ini tentu saja akan berpengaruh buruk bagi kualitas gedung perpustakaan itu nantinya, dan potensi kerugian keuangan negara besar kemungkinan akan terjadi. (Ton)






