Daerah  

Terungkap, Oknum Dewan yang Usir Wartawan Ternyata Malu Dilihat Saat Bahas Bantuan Parpol dengan BPKAD

Lampung Timur – Terungkap rahasia antara komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Timur dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten setempat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) hanya ingin menanyakan dana bantuan untuk Partai Politik (Parpol) yang hingga saat ini belum ada kejelasan. Hanya karena persoalan itu salah seorang jurnalis senior terusir dari acara tersebut.

Melalui sambungan telfon pribadinya, Made Tangkas yang merupakan Anggota DPRD Lamtim dari fraksi PDI-P ini menjelaskan bahwa persoalan tersebut hanya kesalahpahaman saja. Ia meminta kepada rekan wartwan untuk keluar dari ruang rapat lantaran ingin menanyakan kepada pihak BPKAD terkait dana bantuan untuk parpol.

Made Tangkas menepis jika pengusiran salah seorang rekan jurnalis yang sedang meliput kegiatan tersebut dilakukan karena ada kepentingan krusial antara komisi IV dan BPKAD. Made Tangkas mengaku hanya segan untuk menanyakan dana parpol di muka umum.

“Sebenarnya saya bukan mengusir, hanya minta tolong supaya kawan media bisa kluar sebentar, karena saya mau menanyakan dana bantuan parpol, rasa malu mau menanyakan dana parpol di muka umum,” jelasnya.

Made Tangkas mengaku jika dirinya dengan jurnalis tersebut memiliki hubungan yang baik.

“Saya kenal lama sama dia (firdaus.red) dia itu wartwan senior di Lamtim ini. Hubungan kami bagus, ga ada masalah, itu hanya salah paham saja,” ucap Made Tangkas.

Pada pemberitaan sebelumnya, masyarakat Lamtim mengecam tindakan Made Tangkas yang melakukan pengusiran terhadap rekan jurnalis yang sedang bertugas liputan. Bahakan muncul spekulasi rapat yang di gelar pada hari rabu 04 Desember 2024 akan membahas soal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dugaan main mata antara komisi IV dan BPKAD semakin menguat lantaran serapan anggaran di Kabupaten Lampung Timur tidak berjalan sebagaimana mestinya. Di ketahui APBD Kabupaten yang berjuluk Bumei Tuwah Bepadan saat ini serapan anggaran baru mencapai 64 Persen, sementara pendapatan telah mencapai 83 Persen.

Kabupaten Lampung Timur Tahun 2024 mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 2,4 Triliun, akhir Oktober, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar 83 Persen. Namun hingga saat ini November 2024 hanya terserap 64 Persen.

Dari informasi didapat, masih banyak instansi yang anggaranya belum juga terealisasi, diantaranya ratusan milyar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR), hingga saat ini belum juga direalisasikan. Ironisnya, beberapa sumber menyebutkan Kas yang ada pada saat ini masih jauh untuk memenuhi kebutuhan anggaran pada Dinas PU PR.

Sementara Sekertaris BPKAD Lampung Timur Sukartono yang menghadiri rapat tersebut tidak dapat di konfirmasi, bahkan nomor pribadinya tidak dapat di hubungi. Sementara pada bagian lain, Bapenda selalu aktif dalam menyampaikan realisasi pendapatan daerah. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *