Daerah  

Harga Anjlok, Petani Singkong Lamtim Resah, Ini Tanggapan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Timur

Lampung Timur – Anjloknya harga tanaman singkong membuat petani di kabupaten Lampung Timur mengeluh, lantaran harga singkong saat ini tidak sesuai dengan biaya tanam dan perawatan yang di keluarkan oleh petani.

Salah satu petani singkong asal Lampung Timur, Ismail mengatakan bahwa anjlok harga komoditas singkong tentu saja membuat mereka resah, dan meminta pemerintah Kabupaten Lampung Timur agar dapat mencarikan solusi.

” Kami saat ini resah dengan harga singkong yang anjlok, dan tentu saja berimbas pada perekonomian petani seperti kami ini, bahkan harga singkong saat ini tidak sesuai dengan modal yang di keluarkan. Untuk itu saya berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur bisa memberikan solusi kepada petani, agar harga bisa naik dan stabil,”ucapnya.

Dikatakannya, besarnya biaya penanaman singkong di picu dari tingginya harga pupuk serta obat semprot pembunuh rumput.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Timur, Verzanita Hasan, S.T, M.T, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 11 Desember 2024 mengatakan bahwa mereka sudah berkoordinasi ke Provinsi

” Kalau kita kan tidak bisa mengintervensi langsung mengenai harga singkong, akan tetapi kami sudah berkoordinasi dengan Provinsi terkait anjlok nya harga komoditas singkong ditingkat petani, karenakan pada tahun 2021 Dinas Provinsi sudah ber MoU kepada pengusaha pabrik tapioka yang bertujuan untuk menstabilkan harga ditingkat petani” jelasnya.

Ia menambahkan, sementara ini pihaknya akan terus berupaya untuk membatu petani singkong dengan pendekatan persuasif ke pengusaha tapioka.

” Tapi kami akan berusaha melakukan pendekatan persuasif kepada pengusaha pengusaha tapioka lokal di Kabupaten Lampung Timur, harapan kita bisa ada solusi untuk perbaikan harga di Lampung Timur ini ” tambahnya

Diketahui, Lampung sebagai daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia diharapkan tidak hanya mampu memproduksi secara maksimal tetapi juga menjaga stabilitas harga yang mendukung keberlangsungan hidup petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *