Tulang Bawang – Ditengah polemik yang sedang hangat terjadi antara perusahaan pers dengan diskominfo tulang bawang lantaran tidak adanya kerjasama dibidang publikasi selama tahun 2024 khususnya pada media cetak, alih-alih meredakan situasi pernyataan kontroversi justru dilontarkan kadis kominfo tulang bawang Nanan Wisnaga, S.Sos., M.M.
Aa Nanan sapaan akrabnya mengatakan, dengan nilai Rp.3,3 Milyar pada anggaran belanja koran untuk tahun 2024 dianggap terlalu besar dan pemborosan.
“Menghabiskan anggaran senilai Rp.3,3 Miliar untuk kerjasama dengan media saya rasa terlalu pemborosan, maka untuk tahun 2025 mendatang anggaran kami turunkan menjadi 2 Miliar saja itupun bukan untuk belanja koran saja tapi untuk belanja lainnya tergantung kominfo butuhnya apa.” Terangnya.
Ketika ditanya lebih lanjut mengapa bisa terjadi penurunan nilai anggaran untuk media, Aa Nanan justru mengeluarkan pernyataan terkesan merendahkan profesi wartawan dengan mengatakan tidak ada untungnya bekerjasama dengan media bagi pemerintah Kabupaten Tulang Bawang.
“Gak ada untungnya kerjasama dengan media, berita pun gitu-gitu aja apalagi berlangganan koran dibaca juga enggak, ngabis-ngabisin anggaran aja.” Katanya.
Seperti di ketahui, Diskominfo Tulang Bawang melakukan pemberhentian berlangganan koran terhitung per-tanggal 01 Agustus 2024 dengan alasan ingin memperbaiki sistem, namun sampai bulan desember 2024 Diskominfo Tulang Bawang belum juga mau menerima kembali langganan koran.
Ketika dikonfirmasi lebih lanjut kapan Diskominfo kembali menerima langganan koran, Aa Nanan justru mengatakan surat pemberhentian berlangganan koran yg dikeluarkan Diskominfo per-agustus 2024 tersebut masih terus berlaku sampai Diskominfo melakukan kontrak terbaru.
“Selama kami belum melakukan kontrak terbaru, itu artinya Diskominfo belum membutuhkan koran.”
Dan ketika ditanya apakah pada awal Januari 2025 Diskominfo akan melakukan kontrak berlangganan koran dengan nilai anggaran yang telah disiapkan untuk tahun 2025, Aa Nanan tidak bisa memberikan kepastian.
“Belum tau ya kapan, bahkan bisa jadi kami gak butuh berlangganan koran lagi, anggaran yang ada juga bisa jadi tidak kami belanjakan.” Tutupnya. (*).






