Koraneditor.co.id, Pringsewu – Masyarakat Pekon Bulukarto kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu merasa lelah dengan janji -janji manis yang di ucapkan oleh para pejabat-pejabat baik di tingkat kabupaten kota maupun provinsi.
Pasalnya, hingga regenarasi pergantian seorang pemimpin hingga sekarang, pembangunan di setiap wilayah khususnya di Kabupaten Pringsewu belum bisa dirasakan sepenuh hati oleh masyarakatnya. Contohnya saja, kondisi jalan kabupaten ruas Pekon Bulukarto Parerejo di Dusun 1, Pekon Bukukarto, Kecamatan Gadingrejo, kondisi jalannya masih terjaga dengan kerusakannya. Ditambah lagi jika memasuki musim penghujan, jalan yang sudah bertahun-tahun rusak ini bak kubangan kerbau dan hingga kini belum juga diperbaiki oleh pemerintah kabupaten.
Menurut salah satu warga setempat Budi (43) mengatakan, bahwa jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan tiga pekon, yakni Panjerejo, Blitarejo, dan Parerejo, serta menjadi jalur lingkar penghubung menuju Kabupaten Pesawaran.“Kalau hujan becek, kalau kemarau berdebu. Padahal jalan ini sudah sering ditinjau oleh dinas terkait, tapi sampai hari ini belum juga ada realisasinya. Seakan masyarakat hanya di PHP in (red Pemberi Harapan Palsu) oleh pihak pihak terkait,” Keluhnya, Kamis (23/10/2025).

Budi menjelaskan, jalan ini merupakan urat nadi bagi masyarakat setempat seperti berangkat kerja, sekolah, hingga mengangkut hasil panen untuk dibawa kepasar.”Padahal di wilayah ini ada dua orang anggota DPRD yang sering lewat sini tiap harinya ke kantor. Dan yang menjadi pertanyaannya, apa iya kedua wakil rakyat ini tidak peka melihat kondisi jalan yang kian hari bertambah rusak parah begini.?” ujarnya.
Lebihlanjut Budi berharap, kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas terkait dan Bupati Pringsewu, untuk segera merespon menanggapi keluhan warga yang sudah lama menanti nanti jalan tersebut mulus tanpa ada hambatan.“Kami ini sudah capek dengan para pejabat yang suka membual dan janji manis didepan, katanya nunggu anggaran tahun depan. Faktanya, sudah dua kali ganti Pj Bupati bahkan sudah punya Bupati definitif, tapi tetap belum diperbaiki. Kasihan warga, apalagi yang punya warung di pinggir jalan rusak ini,” pungkasnya.

Sementara itu Agus, warga Pekon Blitarejo, mengaku kondisi jalan rusak sudah menjadi “makanan sehari-hari” bagi kami yang melintasi jalan tersebut. Baik saat musim hujan yang becek hingga musim panas yang berdebu.
“Kondisi jalan tersebut sebenarnya sudah sering kali masuk berita media cetak, online hingga di viralkan melalui media sosial seperti Facebook, TikTok dan yang lainnya, tapi belum juga ada tindakan sekali dari pihak terkait,” katanya.
Maka dari itu, Agus berharap pemerintah untuk segera turun tangan tahun depan dengan anggaran baru.“Jalan ini juga sering dilewati oleh anggota DPRD Pringsewu, yang berdomisili di Pekon Parerejo dan Panjerejo dan semoga kedua wakil rakyat ini bisa benar-benar lebih peduli dan bisa mewakili rakyatnya yang menjadi keluhan,” jelasnya. (top)






