Wabup Antonius: “Data Akurat Menentukan Arah Pembangunan Daerah”
Bandarlampung — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan tema “Kolaborasi Pemerintah Daerah, Asosiasi, dan Pelaku Usaha untuk Menyukseskan SE2026 di Kabupaten Pesawaran”. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Horison, Selasa (9/12/2025), dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, asosiasi usaha, serta para pelaku usaha.
Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali membuka kegiatan tersebut, didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Ekubang Zainal Abidin, Kadis Kominfotiksan Jayadi Yasa, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Jajaran BPS, pimpinan asosiasi usaha, hingga pelaku usaha lintas sektor turut hadir menyukseskan kegiatan.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Statistisi Ahli Madya BPS Pesawaran Maya Narang Ali, Fungsional Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Muhammad Dony Faliandra, Ketua Kadin Pesawaran Nurul Hidayah, dan perwakilan media Dian Wahyu Kusuma selaku Pemred Lampunggeh.
Dalam sambutannya, Wabup Antonius menegaskan bahwa perubahan global dan percepatan teknologi menuntut pemerintah memiliki data akurat sebagai dasar kebijakan.
“Tanpa data yang berkualitas, arah pembangunan bisa meleset dan kebijakan berisiko tidak tepat sasaran. SE2026 menjadi instrumen strategis untuk menentukan langkah pembangunan satu dekade ke depan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha—dari skala besar hingga mikro—untuk memberikan data yang benar dan berpartisipasi aktif agar hasil sensus mencerminkan kondisi riil ekonomi daerah.
“Data sensus akan dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan daerah, terutama untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Wabup.
Kepala BPS Pesawaran Gunawan Catur Prasetyo menegaskan pentingnya SE2026 sebagai instrumen pemetaan ekonomi daerah secara menyeluruh.
“SE2026 memotret kondisi usaha dari mikro hingga perusahaan besar sebagai dasar pengambilan kebijakan yang presisi dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Statistisi Ahli Madya BPS, Maya Narang Ali, menjelaskan bahwa sensus ekonomi akan menghasilkan data komprehensif yang bermanfaat bagi pemerintah dan pelaku usaha.
“Dengan sensus ekonomi, pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran, sementara pelaku usaha bisa membaca peluang dan tantangan ke depan,” paparnya.
Dalam kegiatan itu, BPS Pesawaran juga memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi yang dinilai paling kooperatif dalam penyediaan data tahun 2025. Penghargaan diberikan kepada Diskominfotiksan Pesawaran, PTPN VII Way Berulu, Lampung Marriott Resort & Spa, Perumdam Pesawaran, PT WIKA Beton Pabrik Lampung, dan DPMPTSP Pesawaran.
Sosialisasi SE2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, asosiasi usaha, pelaku usaha, media, dan masyarakat untuk mewujudkan kebijakan ekonomi yang presisi dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Pesawaran. (Klis).






