Daerah  

SGC Masif Gandeng Petani 3 Kabupaten Tanam Tebu

///Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Swasembada Gula Tanpa Impor//

TULANGBAWANG BARAT- Sugar Group Companies (SGC) cepat merspons kebijakan pemerintah mewujudkan swasembada pangan, khususnya gula tanpa impor. Perusahaan produsen gula itu langsung masif menggandeng petani untuk bermitra menanam tebu. Ini bagian komitmen SGC selain meningkatkan produksi guna menyokong ketercukupan kebutuhan gula nasional, juga membantu meningkatkan kesejahteran petani.


Keseriusan SGC mengambil tanggungjawab mempercepat swasembada gula diantaranya dengan terus memperluas program kemitraannya dengan petani. Setidaknya, SGC kini masif melakukan sosialisasi kemeitraan tersebut di tiga kabupaten, yakni Tulang Bawang, Lampung Tengah dan Tulang Bawang Barat.

Saat sosialisasi di Tulangbawang Barat Selasa pecan lalu, Wakil bupati Ttulangbawang Barat , Nadirsyah menyambut baik kemitraan tebu yang ditawarkan SGC kepada masyarakat Tulangbawang Barat. Dia yakin program SGC menggandeng petani bermitra menanam tebu, selain meningkatkan kesejahteraan petani juga sejalan dengan program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan khusnya gula tanpa import.


Menurut Wabup Nadirsyah saat menghadiri sosialisasi kemitraan tebu SGC di kantor Tiyuh Margo Mulyo, Tumi Jajar, bahwa pemerintah Kabupaten Ttulangbawang Barat mengajak semua stakeholder melihat persoalan bahwa saat ini petani lagi terpuruk karena singkong yang ditanam harganya lagi turun. Harus dicarikan solusinya dan menanam tebu bermitra dengan pihak SGC bias jadi salah satu solusinya.


Menurut Nadirsyah, ajakan SGC bermitra tebu dengan petani harus disambut baik, mengingat singkong yang petani tanam sebelumnya harganya merosot tajam. Nadirsyah berharap, masyarakat petani yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyebarkan kabar baik tersebut kepada petani lain di Tuilangbawang Barat.

Di tempat terpisah, Plt. Bupati Lampung Tengah, Komang Koheri saat menghadiri sosialisasi kemitraan di Balai Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, Senin (22/12) juga menyambut baik program SGC menggandeng petani bermitra menanam tebu. Menurut Komang, SGC itu merupakan aset Lampung Tengah, karena itu jika ada swasta yang turut menyejahterakan petani, pemerintah patut mendukungnya.
Plt Bupati Komang menambahkan konsep ketahanan pangan juga tidak boleh dipersempit hanya pada komoditas padi. Menurutnya, gula juga merupakan bagian penting dari ketahanan pangan nasional karena perannya sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, lanjutnya, penguatan sektor tebu dan industri gula perlu mendapat perhatian setara guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan gula. Karena itu mendukung kemitraan tebu yang digagas SGC selain untuk ketahanan pangan, juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat petani Lampung Tengah.
Anggota DPD RI asala Lampung Bustami Zainuddin saat menghadiri Sosialisasi Kemitraan Tebu SGC di Balai Kampung Terbanggi Ilir meminta warga yakin bahwa kemitraan tebu akan memakmurkan masyarakat. Alasannya karena harga tebu dijaga pemerintah agar tetap stabil dan tinggi. Ditambahkan, intinya petani menanam komoditas dan kalau panen harus ada yang menampung. Sebagai anggota DPD RI asal Lampung, Bustami menghaku berterima kasih kalau ada perusahaan besar seperti SGC mau mengajak petani beralih menanam tebu. Menurutnya Petani itu butuh kepastian, baik kepastian yang beli dan kepastian soal harga.

Sementara itu, perwakilan SGC Syaiful menyampaikan para petani agar tidak ragu bermitra tebu dengan SGC, Menurut Syaiful, harga tebu pasti dijaga pemerintah karena tebu adalah bahan utama untuk membuat gula pasir yang merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok (sembako).

Syaiful menjelaskan, dalam kemitraan dengan SGC, petani yang sudah mendaftar akan mendapat bimbingan teknis tentang cara budidaya tebu yang baik, mulai dari persiapan hingga panen, sehingga tebu yang dihasilkan bisa maksimal.

Petinggi SGC yang hadir dalam setiap sosialisasi kemitraan, Purwati Lee mengatakan, selain menawarkan kemitraan mandiri dengan menanam tebu, SGC juga menawarkan pendidikan gratis bagi putra-putri terbaik Lampung. Menurutnya, SGC telah mendirikan dua politeknik di Lampung Tengah dan Tulangbawang Barat. Perguruan tinggi tersebut diperuntukkan putra-putri petani, dan selurunya gratis. Selama pendidikan tidak dipungut biaya sama sekali, disiapkan asrama, dan mendapat makan tiga kali sehari. Tidak hanya itu, setelah lulus langsung bekerja di SGC. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *