Bandarlampung — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Provinsi Lampung secara resmi menyatakan dukungan kepada Anies Rasyid Baswedan untuk maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2029. Dukungan politik tersebut disampaikan dalam laporan Rencana Kerja DPW Lampung pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat.
Ketua DPW Gerakan Rakyat Lampung, Andi Surya, menegaskan bahwa dukungan kepada Anies Baswedan merupakan rekomendasi utama yang disepakati dalam Rakernas, sejalan dengan semangat perubahan yang menjadi roh perjuangan Gerakan Rakyat.
“Dukungan kepada Pak Anies Rasyid Baswedan adalah rekomendasi utama Rakernas. Ini sejalan dengan ide dasar perubahan yang menjadi napas Gerakan Rakyat, yakni integritas, meritokrasi, transparansi, responsibility, dan akuntabilitas, nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan Pak Anies,” ujar Andi Surya.
Rakernas I Gerakan Rakyat juga menyepakati transformasi organisasi dari organisasi kemasyarakatan menjadi Partai Gerakan Rakyat. Forum Rakernas memberikan mandat kepada Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum dan M. Ridwan sebagai Sekretaris Jenderal.
Dalam laporannya, Andi Surya menyampaikan bahwa penguatan struktur organisasi di Lampung terus menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, pembentukan kepengurusan tingkat DPD kabupaten/kota telah mencapai 90 persen, sementara kepengurusan DPC tingkat kecamatan berada di angka 60 persen.
“Penguatan organisasi menjadi prioritas kami. Selain struktur, kami juga fokus pada kaderisasi. Kelas kader telah dilaksanakan di 15 kabupaten/kota dengan jumlah peserta mencapai 15.000 orang,” katanya.
Dari sisi popularitas, DPW Gerakan Rakyat Lampung menargetkan penguatan basis digital dengan sasaran satu juta pengikut di media sosial, serta tingkat popularitas organisasi mencapai 75 persen berdasarkan survei.
Sementara untuk elektabilitas, DPW Lampung menargetkan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebanyak 1.500 orang di setiap kabupaten/kota, dengan target survei elektabilitas sebesar 1,5 persen dari total pemilih. Di bidang logistik, ditargetkan penyediaan 75.000 bendera, masing-masing minimal 5.000 bendera per kabupaten/kota.
Selain itu, akan dipasang 229 plang DPC, 15 plang DPD, dan satu plang DPW, sehingga total 245 papan nama sekretariat Partai Gerakan Rakyat di Provinsi Lampung.
Untuk program kerja, DPW Gerakan Rakyat Lampung merencanakan 12 kegiatan besar sepanjang 2026, di antaranya pengukuhan Gerakan Rakyat, dialog kebangsaan bersama Anies Rasyid Baswedan, serta peluncuran KTA tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Di bidang sosial, Gerakan Rakyat Lampung menggulirkan program beasiswa perguruan tinggi bertajuk “Satu Kepala Keluarga, Satu Sarjana”. Program lainnya meliputi layanan kesehatan gratis, bantuan hukum, serta dialog bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung.
Tak hanya itu, DPW Gerakan Rakyat Lampung juga merancang dialog kewirausahaan, dialog politik pemuda, lomba futsal antar-SMA, lomba basket antar-kampus, lomba catur umum, serta pelatihan UMKM bekerja sama dengan IWAPI dan Kadin.
Rakernas I Gerakan Rakyat turut menghasilkan sejumlah rekomendasi eksternal. Pada lingkup nasional, DPW Lampung merekomendasikan penolakan deforestasi, tetap dilaksanakannya pilkada secara langsung, peningkatan Upah Minimum Provinsi (UMP), serta penguatan konektivitas Jawa–Sumatra melalui pembangunan Jembatan Selat Sunda.
Sementara pada lingkup lokal, rekomendasi diarahkan pada penyelesaian konflik agraria, pemberantasan KKN, penataan APK pendidikan, serta penguatan literasi di Provinsi Lampung. (*)






