Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung menggeber percepatan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih dengan mengoptimalkan seluruh aset daerah yang tersedia. Hingga saat ini, progres pembangunan di 15 kabupaten/kota telah mencapai hampir 40 persen dan seluruhnya sudah masuk tahap pelaksanaan.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa Pemprov hadir langsung untuk memastikan ketersediaan lahan strategis, khususnya di Kota Bandar Lampung yang menjadi salah satu titik krusial pembangunan gerai.
“Tadi kita memastikan percepatan pembangunan Gerai Merah Putih. Untuk 15 kabupaten/kota, Alhamdulillah sudah hampir 40 persen pembangunannya dan sudah berjalan,” ujar Marindo, Senin (19/1/2026).
Menurut Marindo, fokus utama saat ini adalah pemanfaatan aset milik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Bandar Lampung, hingga aset instansi vertikal dan BUMN, guna mendukung kebutuhan lahan gerai dengan luas ideal 600 hingga 1.000 meter persegi.
“Di Bandar Lampung, kita pastikan pemerintah provinsi ikut hadir. Aset-aset Pemprov yang bisa digunakan untuk Koperasi Merah Putih kita inventarisir. Begitu juga aset Pemkot Bandar Lampung dan instansi vertikal, termasuk BUMN, semua kita maksimalkan potensinya,” tegasnya.
Ia mengakui pencarian lahan di wilayah perkotaan bukan perkara mudah. Karena itu, dibutuhkan data yang matang serta kolaborasi lintas instansi agar pembangunan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Di Bandar Lampung kan mencari lahan 600 sampai 1.000 meter itu tidak mudah. Maka kita butuh data yang baik dan dukungan semua pihak,” katanya.
Marindo menambahkan, Gubernur Lampung telah memberikan instruksi langsung agar aset milik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota yang memenuhi kriteria luasan dan berada di lokasi strategis segera dimanfaatkan.
“Pak Gubernur sudah memerintahkan agar aset Pemprov yang ada di Bandar Lampung maupun di kabupaten/kota yang sesuai, baik dari sisi luas maupun lokasi strategis, segera digunakan,” pungkasnya.
Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan serta memperkuat distribusi dan aktivitas ekonomi berbasis koperasi di seluruh wilayah Lampung. (*)






